Korban Chikungunya di Warungkondang Capai 106 Orang

Tim medis Puskesmas Warungkondang memeriksa warga Kampung Cilumping, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, yang terkena wabah chikungunya. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Jumlah warga yang terserang Chikungunya di Kampung Cilumping, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Selasa (25/8/2020), bertambah menjadi 106 orang.

Diketahuinya penambahan kasus Chikungunya di Kampung Cilumping, setelah Puskesmas Warungkondang melakukan sweeping.Tiga puluh kasus baru chikungunya saat ini dirawat di Puskesmas dan berobat ke bidan desa terdekat.

Kepala Puskesmas Warungkondang, dr Willy Budiman, mengatakan pihaknya melakukan sweeping setelah menerima laporan dan keluhan dari warga dan pihaknya langsung memberikan status kejadian luar biasa atau wabah.

“Hari ini kami dari puskesmas menurunkan sebanyak lima orang medis ke kampung Cilumping dan menemukan 30 orang warga kembali terjangkit wabah chikungunya,” ujar Willy kepada RADARCIANJUR.com di lokasi sweeping, Selasa (25/8/2020).

Willy mengatakan, wabah yang terjadi di Kampung Cilumping ada hubungannya dengan lingkungan yang masih banyak air tergenang dan kolam yang kotor.

“Tadi kami melakukan pemeriksaan dan masih ada jentik nyamuk di kolam dan jentiknya masih tumbuh, adanya sungai yang tak mengalir karena kemarau juga menjadikan sarang nyamuk baru,” katanya.

Ia mengatakan, perihal penyakit chikungunya, pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan dan rencananya akan dilakukan fogging siklus kedua.

“Petunjuk dari dinas harus segera melakukan fogging dan pemberian bubuk abathe,” katanya.

Willy mengatakan, wabah Chikungunya siklus kedua ini masih ditekankan pada sosialisasi penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Dari puskesmas tadi kami tim perawatnya, surveilance, promkes, dan bidan desa, jadi kami kolaborasi, Pemberian abathe dan penyuluhan. Tak ada kematian dari kasus ini,” katanya.

Bidan Nurlaela Sari mengatakan, wabah Chikungunya di Kampung Cilumping terjadi dalam tiga tahap.

“Terakhir hari ini tadi ada 28 rumah yang kami kunjungi dan warganya menderita chikungunya,” katanya.

Ia mengatakan warga yang mengeluh terlokalisir khusus di daerah Kampung Cilumping.

Lela mengatakan, ia membuka posko penanganan wabah chikungunya di tempat praktik pribadinya.

“Obatnya hari ini ada bantuan dari puskesmas untuk penanganan wabah,” katanya.

Ia mengatakan, tanda-tanda terjangkit chikungunya adalah demam tinggi mendadak sampai 39 derajat selama lima hari, kulit kemerahan, nyeri linu pada persendian, sakit kepala dan sedikit fotofobia atau takut cahaya.

“Pencegahannya dengan melakukan 3M plus, menguras, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan daur ulang barang bekas,” katanya.(dil)