Nasib Nelayan di Pelabuhan Jayanti, Tak Semua Terima Bantuan Covid-19

BERSIAP TANGKAP IKAN: Nelayan di Pelabuhan Jayanti bersiap untuk menagkap ikan, meski hasil tangkakapanya sulit dipasarkan. FOTO : Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Meski pendapatannya terkena dampak pandemi Covid-19, nelayan tradisional di Pelabuhan Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, hingga saat ini belum terima batuan stimulan dari pemerintah secara merata.

Ketua kelompok usaha bersama nelayan Jayanti, Agus Bambang Irawan mengatakan, sejak pandemi Covid-19 ada penurunan pembeli ikan laut secara signifikan sehingga para nelayan bingung dalam memasarkan hasil tangkapannya.

“Kadang ikan-ikan yang kami tangkap busuk karena tidak ada yang membeli,” kata Agus kepada radarcianjur.com, Selasa (25/8/2020).

Agus mengatakan, selama pandemi banyak pesanan yang ditunda, biasanya para nelayan bisa mengirimkan hasil tangkapannya langsung ke pemesan di sejumlah wilayah.

“Kalau larangan keluar rumah tidak ada pengaruh bagi nelayan, karena saya rasa di laut tidak akan tertular corona, namun yang kami rasakan minimnya penjualan ikan,” ujar Agus.

Ia berharap pemerintah agar memperhatikan kondisi para nelayan yang terdampak covid-19, dan memberikan perlindungan serta pemberdayaan bagi keluarga nelayan.
“Kita berharap untuk saat ini ada perhatian dari pemerintah. Karena saat ini belum ada, bantuan dari dana covid-19 bagi para nelayan di Jayanti,” katanya.

Lanjut Agus, saat ini ada sekitar 1300 jumlah nelayan yang ada di pesisir pantai Cianjur selatan, dari jumlah tersebut hanya 200 orang nelayan yang menerima bantua stimulan dampak Covid-19 dari pemerintah.

“Dari jumlah 200 juga tidak merata bahkan dalam satu keluarga ada yang menerima tiga bagian,” kata Agus. (dil)