Harga Sayur di Pasar Cipanas Ikut Turun

TRANSAKSI: Pedagang sayur di pasar rakyat Cipanas tengah melakukan transaksi. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Harga komoditi sayur di pasar rakyat Cipanas terpantau fluktuatif. Ada beberapa yang mengalami penurunan dan bahkan ada juga yang mulai merangkak naik.

Plh Kasubbag UPTD Pasar Cipanas, Iman Rohiman menuturkan, beberapa komoditas sayur dan barang lainnya secara umum masih bisa disebut normal. Meskipun beberapa juga ada yang anjlok, bahkan ada yang mulai mengalami kenaikan.

“Untuk jenis sayur secara umum memang sedang turun harganya, seperti jenis cabe-cabean, dan kentang. Namun ada juga seperti jengkol justru harganya tengah naik,” katanya kepada radarcianjur.com, Selasa (25/8/2020).

Ia menyebutkan, untuk harga cabe merah Tanjung perkilo semula Rp 50 ribu menjadi Rp 25 ribu hingga Kamis kemarin. Termasuk cabe rawit merah, yang semula Rp 35 ribu perkilogram, kini dijual Rp 25 ribu. Kemudian untuk cabe merah keriting yang semula Rp 25 ribu perkilo, kini menjadi Rp 20 ribu.

“Mungkin penurunan harga ini masih terpengaruh dari dampak pandemi Covid-19. Jadi daya beli masyarakat pun sangat terasa,” katanya.

Selain itu, Iman menyebut, untuk harga bawang merah yang semula Rp 35 ribu perkilo, kini dijual Rp 28 ribu perkilogram. Kemudian bawang putih kating asalnya Rp 35 ribu, kini dijual Rp 30 ribu perkilo. Termasuk bawang putih biasa semuala Rp 25 ribu, kini menjadi Rp 20 ribu perkilogram.

“Kentang pun ikut mengalami penurunan, dari Rp 17 ribu perkilo menjadi Rp 15 ribu. Turun dua ribu rupiah perkilogram,” tambahnya.

Kendati begitu, pihaknya kini tengah mengupayakan dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar harga yang mengalami penurunan tersebut bisa kembali normal. Termasuk bakal ada bantuan dari Bank Indonesia, yang akan memberi pendingin makanan dengan ukuran yang cukup besar.

“Mudah-mudahan segera terealisasi bantuan yang akan diberikan dari Bank Indonesia nanti. Jadi kalau sudah ada pendingin makanan, para pedagang kecil yang menjual sayur atau bahan makan lainnya yang gak habis, bisa dimasukkan dulu ke freezer. Supaya keesokan hari bisa kembali dijual,” tukasnya.

(dan)