Bicara Soal Alam, Antologi Bumi Bercerita Hadir dalam Bentuk Digital

Buku 'Antologi Bumi Bercerita' secara digital. (Istimewa)

RADARCIANJUR.com-Bentuk perhatian masyarakat akan kondisi bumi dan perubahan iklim memang bisa disampaikan dalam bentuk apa saja. Tak terkecuali barusan kata dalam puisi dan kutipan orisinal.

Seperti yang dilakukan komunitas sastra MaknaKata bersama The Climate Reality Project Indonesia lewat buku digital ‘Antologi Bumi Bercerita’. Dikatakan Dr Amanda Katili, manajer dari The Climate Reality Project Indonesia, buku ‘Antologi Bumi Bercerita’ merupakan respons masyarakat pada tantangan menulis puisi dan kutipan orisinal.

Jika melihat buku ‘Antologi Bumi Bercerita’, pembaca akan disuguhkan dengan rangkaian 27 puisi dan 10 kutipan orisinal para penulis Indonesia. Setidaknya, ungkap Amanda, ada 25 penulis yang terlibat dan menuangkan pemikirannya tentang rasa khawatiran serta harapan terhadap alam.

“Isu-isu lingkungan yang sedang terjadi saat ini terutama terhadap bumi serta perubahan iklim,” ujar Amanda dalam peluncuran buku secara virtual beberapa waktu lalu.

Uniknya lagi, karya-karya tersebut akan dilengkpai dengan visualisasi foto keindahan alam baik alami maupun buatan. Hadirnya buku ini diharapkan bisa menjadi renungan bagi masyarakat untuk ikut memulihkan bumi. Buku digital ‘Antologi Bumi Bercerita’ pun bisa diunduh secara gratis.

“Karya tersebut adalah buah pemikiran dan kekhawatiran serta harapan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia terhadap kondisi bumi dan perubahan iklim yang terjadi selama ini,” lanjutnya.

Sekadar informasi, peluncuran buku ‘Antologi Bumi Bercerita’ juga menampilkan musikalisasi puisi berjudul ‘Namaku Bumi’ oleh seorang legenda seniman Indonesia, Erros Djarot. Selain itu, permainan alat musik tradisional Sape hingga musikalisasi puisi juga ditampilkan.

(jawapos/may)