Ini Penyebab Kota Bogor Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Coronavirus.(net)
Coronavirus.(net)

RADARCIANJUR.com – Kembalinya Kota Bogor jadi zona merah Covid-19 tidak lepas dari kendurnya protokol kesehatan di Kota Bogor. Ditambah dengan lemahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Hal itu memicu tingginya kasus Covid 19 di Kota Bogor dan memicu tingginya kluster keluarga.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim menuturkan, asal kasus di klaster keluarga yang saat ini marak di Kota Bogor berasal dari tiga penyebab utama.

Pertama, kepala atau anggota keluarga bekerja di perkantoran wilayah Jabodetabek yang diperkirakan sistem sirkulasi udara dan penerapan protokol Covid 19 yang kurang memadai.

Kedua, dari perjalanan dinas luar kota dengan menggunakan multi moda transportasi. Ketiga keluarga yang melaksanakan kegiatan internal seperti tahlilan, resepsi pernikahan atau kegiatan lainnya yg melibatkan anggota keluarga dalam jumlah besar.

“Pemkot akan mulai memberikan surat peringatan satu kepada sektor dunia usaha yang mengabaikan protokol Covid 19,” katanya kepada radarbogor.id Kamis (27/8/2020).

Sementara itu, Untuk masyarakat yang melanggar protokol Covid-19, Dedie menegaskan akan diberlakukan sanksi tegas. “Mulai awal September akan mulai diberlakukan penahanan identitas diri dan selanjutnya akan mulai diberlakukan sanksi denda,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kota Bogor kembali berstatus Zona merah Covid 19. Dimana Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional merilis nama kota Bogor sebagai salah satu wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah, Kamis (27/8/2020).

Hal inipun menjadikan kota Bogor satu satunya wilayah Jawa Barat, yang menjadi satu-satunya wilayah yang termasuk dalam kategori zona merah.

Hal itupun diamini oleh ketua Satgas Covid19 Kota Bogor, Dedie A Rachim. “Besok (Kota Bogor Zona Merah) mau dibahas dalam rapat Forkopinda,” katanya saat dihubungi radarbogor.id Kamis (27/8/2020) malam.

Dedi memaparkan salah satu penyebab Kota Bogor menjadi Zona merah lantaran adanya kasus di klaster keluarga. “Ya kluster keluarga yang saat ini marak di Kota Bogor,” tuturnya.

Sementara itu data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Bogor, terjadi penambahan sebelas kasus baru pada Kamis (28/8/2020).

“Terjadi penambahan kasus positif hari ini sebelas kasus. Total sampai saat ini kasus positif di Kota Bogor ada 540 kasus,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalam keterangan tertulisnya.

Dari 540 kasus positif, sebanyak 193 orang masih dinyatakan sakit, 318 orang dinyatakan sembuh dan 29 orang dinyatakan meninggal dunia.(all)