Pendamping PKH Cimacan Sukses Gradusi Mandiri Puluhan KPM

Pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Desa Cimacan Kecamatan Cipanas, Adah Aliyah.Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Adah Aliyah berhasil membawa lulus puluhan penerima manfaat (KPM) menjadi keluarga yang mandiri dan memiliki penghasilan lebih layak.

Lulusan magister Universitas Negeri Sunan Gunung Djati Bandung itu sudah akrab dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sejak dirinya ditugaskan Kementrian Sosial RI untuk mendampingi KPM Desa Cimacan sebanyak 600 orang dari tahun 2012.

“Jadi dari jumlah dampingan KPM yang ada, Alhamdulillah sepuluh persennya saya bisa berhasil meluluskan atau graduasi mandiri KPM Cimacan,” ujarnya kepada radarcianjur.com, Kamis (27/8).

Sambil bercerita, Aliyah begitu ia disapa menuturkan, penerapan graduasi mandiri di lapangan tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebab, para KPM sebagian besar masih sulit mengubah pola fikirnya. Padahal sudah layak diproses graduasi.

Meski begitu, lanjut Aliyah, secara perlahan ia tanamkan pemahaman bahwa bantuan PKH tidak selamanya akan diberikan pemerintah.

“Mereka tidak boleh bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. Bantuan ini adalah untuk memotivasi mereka menjadi mandiri,” katanya.

Berkat kegigihan Aliyah, kini membuahkan hasil sebanyak 66 orang KPM yang menyatakan gradusi mandiri dengan penuh kesadaran sendiri.

“Alhamdulillah kini 66 orang KPM Ciamacan ikut graduasi mandiri,” ujarnya.

Termasuk, pada Kamis (27/07/2020), telah dilaksanakan wisuda KPM graduasi mandiri di Hotel Le Eminence Jalan Hanjawar Ciloto Puncak Cipanas Cianjur. Wisuda tersebut dilaksanakan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman dan perwakilan dari Menteri Sosial Republik Indonesia.

“Alhamdulillah saya bisa meraih peringkat kedua graduasi mandiri terbaik se Kabupaten Cianjur. Dengan target graduasi mandiri yang akan terus ditingkatkan, sehingga KPM akan mandiri secara ekonomi,” tuturnya.

“Penghargaan yang diterima bukan tujuan utama, melainkan bagaimana KPM bisa hidup sejahtera,” sambungnya.

Ia mengakui, bisa meralisasikan graduasi tidak terlepas atas bimbingan Koordinator Pelaksana Program Keluarga Harapan (Korkab PPKH) wilayah 2 Cianjur, Astri Yustinawati. “Bu Astri ini selalu membimbing kami untuk bisa melaksanakan graduasi mandiri,” imbuhnya.

Sementara, pada kesempatan yang sama. Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menyampaikan bahwa akan memberikan modal usaha kepada peserta graduasi mandiri. Lalu memberikan penghargaan kepada lima pendamping yang meraih terbaik dalam hal graduasi mandiri.

“Saya mengapresiasi sekali keberhasilan keluarga dari level miskin. KPM PKH sudah bisa lepas dari program bansos yang selama ini diberikan pemerintah,” ujarnya.

Herman menuturkan, untuk membantu KPM gradusi mandiri, Pemkab Cianjur memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), sebesar Rp 2 juta untuk masing masing KPM dan penghargaan kepada lima pendamping terbaik.

“Bantuan ini untuk membantu ekonomi KPM, dan memberikan motivasi kepada pendamping lain untuk melaksanakan graduasi mandiri sesuai target pemerintah,” tukasnya. (dan)