Kasus Perumahan Bodong di Pacet Masih Berlanjut, Para Korban: Kami Minta Uang Kembali

Desain perumahan bodong di Pacet.

RADARCIANJUR.com – Puluhan warga yang diduga menjadi korban penipuan investasi perumahan bodong Bhayangkara Vilage di Kampung Buniaga, Desa Ciherang Kecamatan Pacet tempo hari, kini kembali mendatangi Mapolsek Pacet, guna menanyakan kelanjutan atas laporannya waktu lalu.

Salah seorang korban dugaan penipuan perumahan bodong, Laila Kurniawan (30) warga Kampung Ciputri, Pacet, mengaku bahwa dirinya telah menyetor uang sebesar Rp 4 juta ke salah seorang karyawan Developer Perumahan Bhayangkara Vilage berinisial IA dan NV pada April 2019 lalu.

“Awalnya saya mendapatkan informasi dari teman yang juga sebagai korban investasi bodong perumahan ini. Bahwa di daerah Pacet ada perumahan subsidi murah,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui, Minggu (30/8/2020) siang.

Laila menuturkan, uang yang telah disetorkan sebesar Rp 4 juta itu, juga dibuktikan dengan kwitansi dengan terbagi menjadi dua transaksi. Yakni Rp 1,5 juta untuk uang muka Dp pertama dan booking fee Rp 1,5 juta. Sedangkan yang Rp 1 juta kembali dimintanya untuk cicilan Dp kedua.

“Total uang yang sudah masuk ke pihak Developer sebesar Rp 4 juta, tapi kalau teman-taman yang lainnya ada yang sudah masuk sekitar Rp 8 jutaan,” ungkapnya.

Sementara itu suami Laila, Taufik mengaku, sebetulnya dari awal dirinya memiliki kecurigaan dengan adanya perumahan murah di wilayah Pacet, Cianjur itu. Bahkan cicilannya pun kabarnya dibawah satu juta.

“Dari awal saya memang sudah curiga, bahkan saya juga sudah memberikan saran sama istri saya (Laila) jangan mudah percaya dengan iming-iming murah. Apalagi dengan Dp Rp 8 juta dan angsurannya pun dibawah satu juta. Logikanya dimana,” ujar Taufik.

Termasuk, lanjut Taufik, ia bersama korban lain sebelumya sudah membuat laporan ke pihak berwajib dan bahkan sempat diketahui ada dua orang yang telah diamankan oleh kepolisian Polsek Pacet.

“Kami disini sepakat untuk kembali mendatangi kantor Polsek Pacet, telah sejauh mana penanganan kasus dugaan penipuan perumahan Bahayangkara Vilage ini,” jelasnya.

Korban lainnya, Yuli Nuraeni (27) warga Pasir Kampung, Desa Sukatani Kecamatan Pacet mengatakan, bahwa dirinya sudah menyetor uang untuk booking fee dan Dp Perumahan Bhayangkara Vilage sebesar Rp 8 juta.

“Saya sudah menyetorkan uang untuk booking fee termasuk DP sebesar Rp 8 juta,” kata Yuli.

Sejak awal mulanya, Yuli menuturkan, ia pun mendapatkan informasi bahwa perumahan murah tersebut tak begitu jauh dari domisili dirinya saat ini. Makanya ia berani akan membeli dengan mencicil perumahan Bhayangkara Village itu.

“Awalnya saya juga dapat informasi dari korban. Saya pikir kapan lagi bisa punya rumah cicilan yang begitu murah dan tak jauh dari Kampung,” ujarnya.

Namun kini, Yuli hanya berharap, bahwa kasus ini segera selesai dan uang yang telah disetorkan ke pihak perumahan tersebut segera dikembalikan. “Saya sih simpel saja, kasus ini cepat selesai dan uang saya bisa kembali lagi,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Pacet AKP Galih Apria mengatakan, dari hasil laporan yang diterima, bahwa baru dua orang pelaku perumahan bodong itu sudah ditangkap. Satu orang merupakan pimpinan perusahaan dari pengembang perumahan tersebut, dan seorang lagi marketing.

“Yang dua daftar pencarian orang (DPO) itu akan kita kejar terus. Mudah-mudahan segera bisa tertangkap dalam waktu dekat ini. Mohon doa serta kerjasama dari semua pihak,” katanya, saat dikonfirmasi Minggu sore. (dan)