Warga Bungbangsari Kecamatan Takokak Geruduk Kantor Desa

TEGANG: Perwakilan warga Desa Bungbangsari Kecamatan Takokak melakukan musyawarah dan mempertanyakan dana Covid-19 yang tidak sampai kepada warga yang seharusnya menerima bantuan. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Puluhan warga Desa Bungbangsari Kecamatan Takokak menggeruduk kantor desa hingga empat kali dalam sepekan. Aksi warga yang dilakukan mempersoalkan adanya satu Rt di Kampung Hegarmanah Desa Bungbangsari tidak menerima bantuan Covid-19 dari Dana Desa (DD) dan adanya kabar mengenai pembangunan jalan yang menggunakan dana Covid-19.

“Kami mempertanyakan dana covid-19 ini yang sangat aneh sekali dan ngawur hingga satu ke RTan tak menerima dari DD. Padahal anggarannya pun sangat fantastis sekali yakni hingga Rp 1 Miliar. Jika 30 persen tersebut dari DD. Tentunya harus bisa merata,” ujar Suganda, warga Desa Bungbangsari Kecamatan Takokak.

Puluhan masyarakat yang sudah berkali-kali mempertanyakan kepada pihak desa, tidak mendapatkan jawaban. Bahkan ada pembangunan jalan senilai Rp131 juta dengan panjang 500 meter. Padahal didalam APBDES, pembangunan jalan hanya sepanjang 150 meter, sehingga warga merasa curiga.

“Kami curiga ini jalan kenapa jadi 500 meter. Padahal jalan ini buntu aksesnya. Hanya saja menuju rumah milik kepala desa. Eh ternyata pihak desa menggunakan uang covid-19 untuk membangun jalan tersebut. Kami mengetahui dari covid-19 ini atas pengakuan salah satu pihak desa,” ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Dirman (40) warga Desa Bungbangsari. Ia mengatakan, keberadaan pembangunan jalan sendiri selain dari yang sepanjang 500 meter, terdapat temuna juga pembangunan jalan senilai Rp115 juta dengan panjang 210 meter oleh pihak ketiga dengan kualitas yang amburadul.

“Selain bantuan sosial kepada warga, pembangunan jalan ini ngawur sekali menggunakan dana Covid-19 yang bukan peruntukannya. Padahal warga masih membutuhkan, kami meminta pihak penegak hukum bisa memprosesnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bungbangsari Kecamatan Takokak, Dayat Sukandi menjelaskan, terkait persoalan tersebut memang pihaknya sudah menerima dan mengikuti apa yang menjadi persoalan yang dipertanyakan warga, mulai sari DD Covid-19, pembangunan jalan dan yang lainnya.

“Saat ini kami sudah melakukan musyawarah dengan warga. Bahkan dengan pihak desa untuk membuka yang sebenarnya. Kami selaku BPD akan menerima aspirasi ini dan mengawalnya,” tutupnya. (kim)