Begini Cara Gampang Dapat Kuota Gratis 35GB Khusus Pelajar

Para siswa belajar daring di perkebunan kelapa sawit. Foto net

RADARCIANJUR.com – Kabar gembira bagi para siswa dan guru di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah siap mengeluarkan bantuan kuota internet gratis selama empat bulan.

Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja Komisi X DPR RI secara virtual sudah menyatakan bahwa kementeriannya akan menggelontorkan dana sebesar Rp7,2 triliun untuk bantuan pulsa atau kuota internet.

Bantuan ini akan diberikan kepada pelajar, guru, dan dosen untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh. Rinciannya, pelajar akan menerima kuota gratis 35GB, guru 42GB, dan dosen serta mahasiswa 50GB. Kuota gratis akan diberikan selama empat bulan.

BACA JUGA : Kabar Gembira, Pendaftaran Kuota Gratis 35 GB Siswa Diperpanjang, Buruan Ini Batas Waktunya

Pemerintah akan menggandeng operator seluler dalam pembagiannya, tentu saja bantuan ini akan diberikan tepat sasaran makanya pihak pemerintah dan lembaga pendidikan sudah mempersiapkan.

Bagaimana cara mendapatkan kuota gratis pelajar? Dirjen PAUD Didkdasmen Kemendikbud, Jumeri menyatak proses persiapannya sudah dimulai. Bantuan ini disebut sebagai subsidi dan tentunya tidak semua peserta didik akan mendapatkannya alias dipilih mana yang membutuhkan.

“Setiap peserta didik yang mempunyai nomor hape didaftar oleh sekolah,” ujar Jumeri. Hal ini melihat setiap kelas pasti memiliki grup WhatsApp, nantinya Wali Kelas akan mengumpulkan dan datanya dimasukan ke aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) milik Dirjen PAUD Kemendikbud.

Nanti datanya berisi nomor ponsel siswa dilengkapi data diri termasuk Nomor Induk Siswa Nasional. Jumari menegaskan bahwa Kepala Sekolah akan menandatangani pakta integritas bahwa data yang diajukan benar baru diterima Dapodik Kemendikbud.

“Kemudian kami Pusdatin (Pusat Data Teknologi dan Informasi) Kemendikbud akan memiliha ini operator A, B, dan C yang berbeda. Nanti dari setiap peserta didik yang tercantum nomornya akan diambil sesuai dengan operator untuk diisi pulsa data,” jelas Jumari.

Jumari menyebutkan bahwa proses persiapana atau pendataan ini ditargetkan selesai di awal September. Bagaimana dengan perserta didik yang saat ini belum ikut serta karena belum memiliki nomor? Dia menegaskan bahwa proses pendataan terus berjalan.

“Bagi peserta didik yang saat ini belum punya nomor, mungkin karena belum memiliki gawai (ponsel) maka bisa diisi pada tahap berikutnya. Jadi tidak akan ada yang ditinggal,” ucap Jumari. Dia menyebutkan pemerintah sudah menggandeng sejumlah operator seluler.

“Kalau sampai lemot atau lambat dalam akses internet kita akan komplain kepada operator itu bahwa ternyata akses internet yang disediakan tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” tambahnya.(med/net)