Warga Keluhkan Sampah Menumpuk Disertai Bau Busuk di Jalan Desa Ciherang

MENGGUNUNG: Sampah di tepi jalan Kampung Buniaga Desa Ciherang terlihat menggunung dan bau tak sedap. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kesadaran tentang kebersihan dan pengelolaan sampah desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ciherang, nampaknya belum optimal. Hal tersebut terlihat dari adanya gundukan sampah yang menyengat bau di tepi jalan Kampung Buniaga Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur sejak beberapa waktu lalu.

Seperti informasi yang dihimpun radarcianjur.com di lapangan, sampah yang hampir menggunung tersebut diketahui telah berlangsung sekitar beberapa bulan kemarin. Hingga saat ini, jelas dampak bau menyengat dan berserakan itu sangat menggangu aktivitas serta akses jalan warga di sekitar.

Adam (28) warga setempat menuturkan, di sepanjang jalan tersebut banyak sampah yang hampir menggunung. Jelas, hal ini mengganggu keindahan dan akses jalan Jabon di Tepi Jalan Raya Ciherang menuju ke Kampung Buniaga. Belum lagi menyebabkan lokasi menjadi bau. Setelah diamati notabene sampah tersebut berasal dari plastik bekas makanan, sayuran dan jenis lainnya.

“Jelas mengganggu kang. Apalagi saya hampir setiap hari lewat ke jalur ini. Dari mulai setelah lebaran kemarin, hingga kini masih menggunung. Bahkan jalan di samping kebun milik warga pun cukup terhalang. Sebagian besar warga jadi melintas keliling ke jalur lain karena jalannya tertutup sampah,” ujar Adam kepada radarcianjur.com, Selasa (1/9/2020).

Namun menurut Adam, adanya gundukan sampah yang terus meluas ini, bukan hanya dari warga Ciherang saja, tak jarang sejumlah pengendara yang melintas pun yang diketahui bukan asli warga setempat, kerap membuang sampah ke tempat penampungan sementara sampah (TPS) tersebut.

“Kemungkinan besar yang buang itu bukan hanya warga Ciherang, tapi warga lain pun hampir banyak yang buang ke sini. Rata-rata malam buangnya itu,” katanya.

Dirinya sangat berharap, pengelolaan sampah yang ada, bisa dikelola lebih jelas dan maksimal. Artinya, kata dia, antara penarikan dan pengangkutan oleh dinas terkait, bisa seimbang dengan volume sampah yang disimpan sementara oleh pemerintah desa. Sehingga tidak menimbulkan penumpukan dan bau menyengat.

“Intinya tertib. Jangan sampai sampahnya ke jalan dan mengganggu akses warga. Termasuk menimbulkan bau tak sedap setiap kali melintas ke sini,” katanya.

Salah seorang pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ciherang, Jajang mengatakan, bahwa pihaknya akan segera membereskan persoalan sampah di TPS yang kini cukup mengganggu warga tersebut.

“Iya kang, Kamis ini untuk penanganannya akan segera dibereskan, bahkan sampah yang menggunuk akan dikosongkan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (1/9).

Ia mengaku, adanya gundukan sampah dengan volume yang cukup besar itu, karena diduga banyak sampah sayuran, yang mungkin kini sedang murah harganya.

“Jadi numpuk gitu kang. Termasuk pengangkutan ke Cianjurnya juga hanya satu trek dan banyak pembuang sampah liar dari desa lain,” ujarnya.

Ia menyebut, volume sampah yang ditarik oleh dinas terkait perhari seharusnya 1,5 ton hingga dua ton perhari. Namun kadangkala secara rilnya itu kurang. Karena pada saat ke TPS Ciherang, justru sudah ada isi dalam truk pengangkut tersebut.

“Kemungkinan ada wacana mau ditutup TPS desa itu,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan sampah yang ada di wilayahnya tersebut.

“Insya Allah baru tadi malam dirapatkan bersama tim pengelola sampah, mudah-mudahan Minggu ini ada penyelesaiannya,” kata Acep. (dan)