Anggota DPR RI: Program Pusat Jangan Diartikan Bisa Selesaikan Semua Masalah

Anggota DPR/MPR RI Komisi VIII Diah Pitaloka Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Anggota DPR RI Komisi VIII, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Diah Pitaloka menilai, sejumlah program yang ada di pemerintah pusat melalui kementerian masing-masing itu, jangan sampai diartikan bisa menyelesaikan semua permasalahan yang ada di negeri ini.

“Jadi program dari pemerintah pusat itu jangan diartikan bahwa bisa menyelesaikan semua persoalan. Tapi masalah yang ada, perlu kerjasama semua pihak. Sehingga menjadi faktor signifikan suksesnya program-program yang ada tersebut,” katanya kepada radarcianjur.com, belum lama ini di Cipanas, Cianjur.

Termasuk, menurut politisi partai berlambang banteng tersebut bahwa, satu salah satu daerah yang menerapkan sistem jemput bola dari program yang di anode pusat itu salah satunya adalah Kabupaten Cianjur.

“Saya berharap semua program-program dari pusat yang bergulir khususnya di Kabupaten Cianjur itu bisa membantu Cianjur meningkatkan IPM yang lebih baik dan maju,” ujarnya.

Selain itu, Diah menilai, di Kabupaten Cianjur sendiri khususnya, untuk program bantuan sosial berupa program keluarga harapan (PKH) itu bisa dikatakan sudah ada kemajuan. Hal ini, terlihat dari cukup banyaknya graduasi mandiri meski di masa pandemi seperti ini.

“Sekitar ratusan KPM asalnya, yang kini telah graduasi mandiri, atau lulus dari keluarga penerima manfaat. Jadi Cianjur itu saya lihat ada satu manajemen SDM mulai dari pendamping PKH, lalu komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan para pendamping di lapangan untuk membantu mensukseskan program dari pusat tersebut,” katanya.

Termasuk, lanjut Diah, dirinya mengapresiasi sekali adanya dukungan dari Pemda Cianjur’. Dimana telah bersedia memberikan bantuan kepada mantan KPM, atau warga yang graduasi mandiri untuk penambahan modal usaha.

“Yang saya tau, pak Bupati Cianjur ngasih bantuan ke orang yang graduasi mandiri itu senilai Rp 2 juta rupiah. Nah, mudah-mudahan saja dengan support seperti itu, para KPM graduasi, bisa lebih maju usahanya,” kata Diah.

(dan)