Wakil MPR RI Soroti Infrastruktur dan SDM Kabupaten Cianjur

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Periode 2019-2024, H. Jazilul Fawaid, dalam kunjungannya ke Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, belum lama ini. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Meski Kabupaten Cianjur sebagai salah satu wilayah penyangga Ibukota serta daerah lainnya, namun sayang jika dibandingkan kabupaten-kabupaten lain, kota Cianjur merupakan daerah yang dinilai paling tertinggal dari segi infrastrukturnya, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM)nya.

“Sebetulnya Cianjur ini merupakan bagian dari daerah penyangga Jabodetabek Punjur, sehingga memiliki letak yang strategis. Namun sayang, agak tertinggal dibanding Bogor dan wilayah lain. Baik fasilitasnya, infrastrukturnya dan beberapa aspek lainnya,” ujar Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Periode 2019-2024, H. Jazilul Fawaid kepada radarcianjur.com, usai sosialisasi 4 Pilar, di Green Hill, Pacet, belum lama ini.

Selain itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengingatkan, bahwa Cianjur ini ada semacam semi kota, dan rasa ketidakadilan pun mudah dimanipulasi dengan doktrin-doktrin tertentu.

Termasuk dalam Pilkada 2020 ini dirinya berharap, dalam pelaksanaannya bisa berjalan tertib, lancar, aman sekaligus menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Cianjur lebih maju. Minimal sama dengan daerah-daerah penyangga Jabodetabek punjul lainnya.

“Hanya di Cianjur ini yang belum punya industri besar sendiri. Termasuk kurang maju dalam hal penghasilan masyarakatnya, jika dibandingkan dengan daerah lain. Padahal Cianjur’ punya potensi yang bisa dimaksimalkan dengan cara berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya.

“Jadi jika antara pemerintah daerah dengan pusatnya terjalin erat, maka akses ke Jakarta lebih cepat. Dengan dibarengi pembinaan sumber daya manusianya. Itu saran saya,” sambung Gus Jazil, begitu ia sering disapa.

Gus Jazil menegaskan, jadi yang perlu diperhatikan bagi Kabupaten Cianjur ini salah satunya adalah soal infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Kita berharap dengan memperhatikan masalah itu, maka akan tercipta kemakmuran dan kesejahteraan,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan, bahwa potensi wisata yang ada di Kabupaten Cianjur seperti Istana Cipanas, dan wisata alam lainnya jelas, menjadi tantangan dalam pengembangan wisata di kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Bandung Barat itu. Termasuk persoalan kemacetan. Untuk itu pembangunan infrastruktur harus lebih dipikirkan.

“Untuk menopang pariwisata dan yang lainnya juga perlu sumber daya manusia yang unggul. Termasuk masalah SDM perlu diperhatikan, dengan mendorong anak muda yang kreatif yang ikut mendukung pembangunan daerah,” katanya. (dan)