Cantik Belum Tentu Baik, Potret Isabella Tersenyum Setelah Tikam Ibu Kandungnya, Lihat Videonya Saat Sidang

RADARCIANJUR.com-Sosok Isabella Yun-Mi Guzman mendadak viral di media sosial Indonesia. Sosoknya digambarkan sebagai remaja yang mengenakan baju tahanan namun tampak tersenyum ketika disorot kamera.

Isabella Guzman adalah gadis asal Colorado, Amerika Serikat, yang membunuh ibunya dengan 151 tikaman di wajah dan leher pada 28 Agustus 2013. Kala itu usianya baru 19 tahun.

Namun, dilansir dari The Daily Mail, Isabella dinyatakan tidak bersalah dan tidak mendapat hukuman penjara.

“Tetapi sistem (hukum) kita adalah sistem yang tidak hanya sarat dengan hukuman atau penjara, tetapi juga terikat pada keadilan, dan Anda harus melihat komponen ini, yaitu kesehatan mental,” kata Jaksa Wilayah George Brauchler seperti dikutip IDN Times, Senin (7/9/2020).

Pada Juni 2014, Isabella dikirim ke Institut Kesehatan Mental Colorado di Pueblo. Kala itu, Brauchler mengatakan, Rumah Sakit Negara memiliki kesempatan lebih lama dari biasanya untuk meninjau kesehatan mental Isabella.

“Mereka memiliki kesempatan untuk memberikan dan mengubah obat yang mungkin mempengaruhi psikologinya,” ujar dia

Kesimpulan akhir menyatakan bahwa Isabella memiliki penyakit mental, yang membuatnya tidak dapat menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

Menurut dokter yang merawatnya, dr Richard Pounds, Isabella didiagnosa mengalami paranoia schizophrenia. Dia sering berbicara dan tertawa sendiri.


“Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat, dan dia tertawa sendiri,” kata dr Richard.

Isabella Guzman menghabisi nyawa ibunya, Yun Mi Hoy (47), dengan 79 kali tikaman di wajah dan leher. Setelah dimintai keterangan dalam pengadilan, ternyata dia menikam ibunya sebanyak 151 kali dan kemudian memukul kepala ibunya dengan tongkat baseball.

Keterangan aparat setempat menjelaskan bahwa Isabella semakin sering melawan ibunya karena ibunya menikah lagi.

Sehari sebelum kejadian, Isabella bahkan mengancam ibunya lewat email dengan kalimat “Kamu akan membayarnya.”

Polisi sempat datang menenangkan dan semua berakhir dengan dugaan masalah keluarga biasa.

Ayah tiri Isabella, Ryan Hoy mengatakan, setelah disambangi polisi akhirnya Isabella lebih banyak mengurung diri di kamar.

Namun, ibu Isabella jadi sangat takut pada anaknya dan memanggil ayah kandung Isabella yakni Robert Guzman untuk menenangkan Isabella. Dia menasihati Isabella untuk bisa menghormati orangtua.

“Dalam percakapan itu, saya pikir saya membuat kemajuan, tapi jelas itu tidak melakukan apa-apa, karena beberapa jam kemudian, hal ini terjadi,” kata Ayah Isabella.

Namun, beberapa jam setelah sang ayah menenangkan Isabella, peristiwa itu terjadi. Pada pukul 10.11 malam, ayah tirinya menelepon 911 untuk melaporkan bahwa Isabella memukuli ibunya di kamar mandi yang terkunci.

Dia mengatakan, istrinya baru saja kembali dari kerja sekitar jam 9.30 malam, ketika Ibu Isabella naik ke atas untuk mandi tiba-tiba terdengar suara pukulan dari sana.

Dia berlari ke kamar mandi lantai atas, tetapi Isabella dengan cepat menutup dan mengunci pintu dan dia melihat darah mengalir di bawah pintu. Ibu Isabella dinyatakan meninggal dunia.

Isabella sempat kabur dan mengganti warna rambut serta pakaiannya, namun dia berhasil diamankan polisi.

(net/may)