Untuk Pendidikan, Pemerintah Kucurkan Anggaran Rp 12,1 T

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com-Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman menyatakan pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 12,1 triliun khusus untuk sektor pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dana tersebut mencakup subsidi kuota bagi siswa, mahasiswa, guru dan juga dosen.

Lebih lanjut Fadjroel menjelaskan, alokasi sudah disiapkan pemerintah untuk subsidi kuota internet peserta dan tenaga pendidikan, tunjangan profesi guru, serta untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja.

Sebagai informasi, dana BOS Afirmasi bertujuan membantu kegiatan operasional sekolah dan mendukung kegiatan pembelajaran yang belum tercukupi oleh dana BOS Reguler di daerah khusus.

Sedangkan, dana BOS Kinerja bertujuan sama, hanya saja lebih dikhususkan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

“Dana yang dikeluarkan Kemendikbud Rp 7,2 triliun untuk kuota, tunjangan profesi guru Rp 1,7 triliun, dan BOS Rp 3,2 triliun. Jadi jumlah sebenarnya Rp 12,1 triliun,” kata Fadjroel dalam Webinar bersama Tagar.id dengan mengangkat tema ‘Mengawal Anggaran Kuota Rp 9 Triliun’, Senin, 7 September 2020.
Lebih lanjut ia menuturkan, dana BOS afirmasi dan kinerja ditujukan untuk 56.115 sekolah swasta dan negeri, serta 31.416 desa kelurahan yang berada di daerah khusus.

Komisaris Waskita Karya itu menambahkan, bantuan kuota dari pemerintah ia nilai sangat penting untuk membantu pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Karena di masa pandemi ini para siswa dan mahasiswa serta tenaga pengajar sangat mengandalkan kuota internet.

“Saya pikir bagus yang dikatakan Pak Nadiem Makarim, dalam keadaan Covid-19 agar pembelajaran jarak jauh bisa berjalan, maka game changernya sudah jelas, yaitu pulsa. Hanya ada tiga, pulsa, pulsa, pulsa. Itu game changernya,” ujar Fadjroel.

(tagar/ran/may)