Warga Binaan di Lapas Cianjur Dituntut Produktif

PANEN: Pembekalan kemandirian terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas 2 B Cianjur diberikan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Lembaga pemasyarakatan (lapas) tidak hanya menjadi tempat untuk menjalani hukuman, ternyata di balik jeruji besi tersebut narapidanaan atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) dituntut untuk bisa menjadi manusia yang produktif serta bisa memberikan kontribusi terhadap masyarakat umum setelah bebas.

Di Lapas Klas 2 B Cianjur, WBP difasilitasi pembinaan kemandirian yang merupakan bekal bagi WBP untuk mampu menjadi mandiri saat kembali ke masyarakat.

Dalam lapas, terdapat perkebunan kacang kedelai, perternakan ayam boiler dan juga perternakan ikan lele. Meski ukurannya tidak terlalu besar, namun hal tersebut bisa menghasilkan dengan menjual kepada mitra kerja lapas.

“Ini merupakan pekerjaan yang sangat baik dari Subsi Kegiatan Kerja Lapas Cianjur, sehingga dapat menjadi rutinitas dan berkelanjutan sebgai bentuk pemberian bekal terhadap WBP,” ujar Kalapas Klas 2 B Cianjur, Heri Aris S.

Lanjutnya, perternakan ikan lele dilaksanakan dalam masa pengembangbiakan selama kurun waktu dua bulan yang berjumla 2.000 ekor, ayam boiler selama 40 hari yang berjumlah 200 ekor dan panen kacang kedelai dilakukan setiap dua bulan.

“WBP dilatih dan diajarkan berternak serta bercocok tanam, sehingga selain kegiatan keagamaan di dalam lapas juga diberikan bekal untuk keterampilan mandiri. Mereka ketika bebas memiliki bekal dan tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama yakni tindakan yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain,” tuturnya. (kim)