Korban Kasus Investasi Bodong Ngadu ke Polda Jabar

RADARCIANJUR.com-AT wanita asal Sukabumi, salah satu korban penipuan investasi bodong berkedok arisan di Cianjur akhirnya dimintai keterangan oleh Polda Jabar.

Sebelumnya, AT bersama ratusan korban asal Sukabumi ini melaporkan kejadian itu ke Polres Sukabumi Kota didampingi tim kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners.

Kuasa Hukum korban penipuan investasi bodong, Anggi Triana Ismail menjelaskan, konsumen AT bersama telah menghadap ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk mengadukan perbuatan dugaan pidana yang diduga keras dilakukan oleh DF, YS, SS dan RK.

“Kami sudah mengadukan persoalan ini ke Polda Jabar, terkait dugan perbuatan pidana penipuan, penggelapan, kejahatan perbankan dan kejahatan konsumen, sebagaimana yang telah dimaksud dalam Pasal 372 & 378 KUHP Jo. Pasal 46 UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan Jo. Pasal 8, Pasal 62 UU No. 8 Tahun 1998 tentang Perlindungan Konsumen yang dilakukan oleh para ketua investasi tersebut,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Kamis (10/9).

Sebelumnya, pihaknya melaporkan para korban yang kurang lebih berjumlah 156 korban ke Polres Sukabumi Kota karena para korban merasakan kondisi tidak tahu arah.

Namun, saat kliennya menghadap Polres Kota Sukabumi, aduannya tidak mendapatkan kepastian hukum.

“Secara asas dan doktrin ilmu hukum pidana perintah dari anggota polres kota sukabumi terkesan ngawur, karena locus delicti & tempuus delicti nya terjadi di wilayah hukum sukabumi.

Disisi lain hak lapor guna mendapatkan kepastian serta perlindungan hukum merupakan hak dasar warga negara yang telah dirangkum eksplisit didalam UUD 1945,” bebernya.

Selain itu, Anggi menanyakan keseriusan pemerintah untuk segera menyikapi kondisi terpuruknya yang telah sedang dialami masyarakatnya. Jangan acuh atau sibuk berwacana belaka dalam ruang diskusi tak berujung.

“Pemerintah harus secepat mungkin mendorong para penegak hukum untuk segera menuntaskan perkara hukum yang dialami konsumen.

Dan juga pemerintah harus segera membuat regulasi yang bisa memberikan angin surga bagi para konsumen negeri ini, yang kerap kali menjadi tumbal dari sekelompok produsen-produsen nakal,” pintanya.

Pihaknya juga berharap, semoga kasus tersebut bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas oleh Polda Jabar dan segenap penegak hukum lainnya. Karena memang, para korban sudah muak dengan keadaan seperti ini.

“Pelaku dan ketua-ketua nya yang sampai saat ini belum tertangkap, masih bebas berkeliaran dimana-mana.

Ini akan sangat mengerikan jika harapan pencari keadilan tidak sesuai dengan apa yang diberikan oleh para penegak hukum. Kami dukung langkah polda jabar dalam mengusut tuntas kasus investasi ilegal ini,” pungkasnya.

(upi/d)