Tren Baru Balap Lari Liar Menjamur, Sekadar Iseng hingga Taruhan

Tangkapan layar dari video balap lari liar yang marak di Gunungputri.

RADARCIANJUR.com-Tren balap lari liar mulai banyak diperbincangkan remaja di Bogor.

Balap lari 100 meter itu menjamur di berbagai wilayah dengan taruhan maupun sekadar iseng.

Beberapa video adu kecepatan pada malam hari itu pun telah banyak beredar di dunia maya.

Tak jarang, netizen mencari penantang untuk mengadu ketangguhan di jalan raya wilayah Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor.

Mereka lantas berduel di jalan-jalan yang telah ditentukan ditemani suporter masing-masing.

Menurut salah seorang warga Bogor, Jos, balap lari seperti itu justru lebih inovatif daripada balap memakai motor. Pasalnya, balap liar dengan motor kerap meresahkan warga.

Lantaran harus memblokir jalan. Berbeda dengan balap lari liar yang hanya mencari tempat sepi dengan jarak minimal 100 meter sebagai trek. “Biarin lah mereka berkarya,” cetusnya.

Selama masa pandemi, ajang balapan sederhana seperti itu memang menjadi hiburan tersendiri. Sebagian besar menetapkan aturan hanya untuk bersenang-senang.

Sebisa mungkin, mereka tidak mengambil tempat yang masih ramai dengan lalu-lalang kendaraan. Pesertanya pun tak boleh dari kalangan atlet maupun para taruna.

Warga lainnya, Kai memnganggap tren balap lari itu sudah sejak lama. Ia mengingat momen bulan puasa selepas tarawih.

“Dulu orang-orang tarawih, orang-orang lainnya pada taruhan balap lari. Sekarang menjamur lagi,” ungkapnya sembari tertawa.

(mam)