BREAKING NEWS: Indonesia Mundur, Thomas & Uber Cup Resmi Ditunda

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berselebrasi setelah mengalahkan ganda Tiongkok Liu Cheng/Zhang Nan pada semifinal Piala Thomas 2018 di Bangkok, Thailand. (Romeo Gacad/AFP)

RADARCIANJUR.com-Mundurnya sejumlah negara termasuk Indonesia memberikan dampak besar pada penyelenggaraan Thomas & Uber Cup 2020. Hari ini (15/9), Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akhirnya menunda turnamen beregu paling bergengsi di dunia tersebut.

Thomas & Uber Cup sejatinya berlangsung pada 3 sampai 11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark. Namun, pandemi global Covid-19 yang belum mereda, membuat beberapa kontestan membatalkan keberangkatan.

Sebelum Indonesia, negara lain seperti Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Australia juga menarik diri dari turnamen dua tahunan itu.

“Keputusan ini datang dari mundurnya sejumlah negara yang menarik diri dari putaran final Piala Thomas dan Uber dan turnamen seri Eropa yang di-adjust sebagai turnamen BWF World Tour.” Demikian tulis BWF dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, pada 11 September lalu, ada tiga alasan utama yang mendasari PBSI mengambil keputusan menarik diri dari Piala Thomas & Uber 2020. Pertama, diawali dari adanya rasa khawatir dari para atlet terhadap kemungkinan mereka akan terpapar Covid-19, baik dalam perjalanan, di tempat transit, atau di tempat pertandingan.

Kedua, para atlet dan ofisial menyuarakan keraguan mereka untuk ambil bagian di turnamen bergengsi ini karena tidak ada jaminan dari BWF (Badminton World Federation). Seandainya ada anggota tim yang terpapar Covid-19, terkait siapa yang akan bertanggungjawab menangani dan bagaimana penanganan selanjutnya.

Ketiga, mengacu pada dua alasan di atas, jajaran pimpinan PBSI yaitu Ketua Umum PP PBSI Wiranto, Wakil Ketua Umum I dan Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, serta Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memutuskan tim bulu tangkis Indonesia mundur dari Piala Thomas & Uber 2020.

“Tim Indonesia dipastikan mundur dari Piala Thomas & Uber 2020, kami sudah mengirim surat ke Menpora dan akan segera mengirim pernyataan tertulis ke BWF mengenai hal ini. Keputusan ini diambil setelah kami berdiskusi dengan para atlet dan tim ofisial,” kata Budiharto dalam siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.

BWF sendiri akan mencari tanggal baru untuk menggelar Piala Thomas dan Uber. BWF menjamin bahwa ajang tersebut bakal berlangsung pada 2021.

Sementara itu, Denmark Open 2020 yang berlangsung pada 13 sampai 18 Oktober di Odense akan terselenggara sesuai jadwal. Turnamen ini, kata BWF, akan dijadikan ujicoba untuk mengimplementasikan sistem kesehatan yang aman dari serangan virus korona baru.

“Dalam beberapa bulan terakhir, BWF, berkolaborasi dengan Badminton Denmark mempersiapkan diri untuk menggelar turnamen bulu tangkis internasional dengan aman. Ini termasuk untuk mempersiapkan faktor kesehatan dan keamanan peserta. Juga mengimplementasikan sistem bubble untuk menciptakan ekosistem bulu tangkis yang aman,” tulis keterangan BWF.

“Namun, melihat perkembangan Covid-19 di seluruh dunia, ada sejumlah tim dan pemain yang memutuskan tidak terbang ke Denmark untuk mengikuti turnamen di Aarhus dan Odense. Melihat itu, maka BWF menghormati keputusan tersebut,” tulis BWF lagi.

(jawapos/may)