Forkopimda Jabar Sepakat Jaga Ketat Ulama

Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum (Dokumentasi Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Barat, telah sepakat akan lebih menjaga para Ulama di setiap kegiatan yang dilaksanakan khususnya di wilayah Jabar.

“Sebagaimana yang telah diputuskan dan disampaikan oleh pak gubernur bersama Forkopimda Jabar, kita harus sama-sama menjaga ulama. Apalagi atas kejadian beberapa waktu kemarin yang dianiaya di daerah lain,” ujar Wakil Gubernur Jawa barat, H Uu Ruzhanul Ulum kepada radarcianjur.com, usai menghadiri Haol Akbar di Pondok pesantren Futuhiyyah, Cipanas, Selasa (15/9/2020).

Termasuk, pihaknya pun sangat mengapresiasi atas hadirnya Polisi, dan TNI yang sudah melaksanakan amanat dari komandannya masing-masing.

“Karena di saat kami rapat di provinsi dengan Forkopimda Jabar, judulnya membahas Covid-19. Tetapi kami juga membahas tentang hal meminta para ulama agar dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat dan aparat,” tuturnya.

Apalagi dengan musim pengajian bulan-bulan ini, Uu mengajak, jangan sampai para ulama lepas dari pandangan masyarakat.

“Kalau ada yang kelihatan mencurigakan, harus segera diantisipasi. Sehingga tidak terjadi di wilayah Jawa Barat dan juga Indonesia seperti kejadian yang kemarin itu,” katanya.

“Kami juga yakin dengan gerakan semua lapisan masyarakat untuk jaga ulama, itu sudah menjadi langkah kita untuk menjunjung tinggi para pahlawan dan ulama,” sambungnya.

Selain itu, Uu juga menyampaikan, dengan adanya kegiatan hari ini, itu sangat bermanfaat. Disamping untuk membangun silaturahmi antara ulama dan umaro serta para habaib, pada kesempatan kali ini semua pihak bersedia hadir.

“Karena kebersamaan dan silaturahmi ini sangat penting untuk membangun komunikasi. Jadi seolah-olah tak ada sekat antara Ulama, ormas, dan semua lapisan masyarakat. Baik keluaran pondok pesantren, bahkan ulama yang dari luar negeri,” ujarnya.

Dengan kegiatan seperti ini, tujuannya adalah silaturahmi dengan seluruh unsur yang ada. Sehingga diharapkan tidak ada perpecahan dan lainnya. Oleh karena itu menurut Uu, harus sangat saling menghargai dengan kebersamaan, kekuatan dari berbagai macam lapisan di Jawa Barat khususnya.

“Artinya mari kita jaga manula (manusia langka atau ulama ini, red) dengan cara bersatu padu jaga ulama. Mulai oleh masyarakat dan aparat termasuk Babinsa Babinkamtibmas pun diminta sama-sama menjaga itu,” pungkasnya.

(dan)