Sadarkan Masyarakat, Forkopimcam Sukaresmi Gencar Lakukan Operasi Yustisi

DISANKSI: Sejumlah warga yang kena sanksi saat operasi yustisi di Kecamatan Sukaresmi hari ini. Foto: Dokumentasi For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Sukaresmi menggelar operasi gabungan yustisi patuh protokol kesehatan pandemi Covid-19, di depan kantor Kecamatan Sukaresmi, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, Selasa (15/09).

Dalam operasi tersebut, personil yang diturunkan mulai dari anggota TNI, Polri, Satpol PP serta staff Kecamatan Sukaresmi yang berkolaborasi untuk menyosialisasikan kepada masyarakat pengguna jalan terkait menjaga dan harus mematuhi protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.

“Operasi gabungan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya protokol kesehatan untuk menghindari virus covid-19,” ujar Kasubag Kecamatan Sukaresmi H. Rustandi, kepada radarcianjur.com, Selasa (15/9/2020).

Rustandi menyebutkan, hasil yang didapat dalam operasi itu, sebanyak 35 warga terjaring melakukan pelanggaran yakni tidak menggunakan masker dan menggunakan helm.

Selain itu, Rustandi mengatakan, dengan melihat banyaknya pelanggar yang terjaring, pihak pemerintah kecamatan dan unsur Forkopimcam Sukaresmi sendiri akan terus menyosialisasikan akan hal tadi. Termasuk wajib menggunakan helm bagi pengendara roda dua serta melengkapi surat-surat kendaraan.

“Kondisi seperti ini sangat menghawatirkan, karena tingkat kesadarannya kurang. Ada yang gak pake helm, padahal itu untuk melindungi dirinya, menggunakan masker juga penting. Kebanyakan dari para pelanggar beralasan sudah normal dan menganggap sepele,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukaresmi AKP Iwan Alexander mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat masih dinilai kurang. Para pelanggar pun sebagian besar tidak melengkapi surat-surat kendaraan dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) serta tidak menggunakan helm, masker.

“Karena kita diperintahkan dari atas untuk mengadakan kegiatan operasi yutisi, tujuannya untuk menjaga masyarakat terpapar virus covid 19 dan untuk menertibkan penegendara sesuai undang-undang lalulintas (UUL),” tuturnya.

AKP Iwan menambahkan, ada tiga tahapan sosialisasi kepada masyarakat terkait pandemi Covid-19 ini. Pertama memberikan arahan dan imbauan. Kedua memberikan penindakan dan teguran fisik sanksi sosial serta melakukan tindakan penilangan kepada pelanggar.

“Alhamdulilah masyarakat Sukaresmi tak begitu banyak yang melanggar. Namun kami tetap memberikan pemahaman dan teguran fisik seperti push up dan jongkok, sebagai peringatan kurang disiplin,” katanya.

Bahkan, AKP Irwan menambahkan, telah melakukan penilangan bagi pengendara yang tidak dapat menunjukan surat kelengkapan kendaraan, seperti SIM dan STNK. Termasuk yang tidak menggunakan masker.

“Bagi yang sama sekali tidak mempunyai surat kendaraan alias bodong kedaraannya kami amankan,” tegasnya. (dan/DM8)