Ai Fatimah Berjuang di Tengah Himpitan Ekonomi, Rela Berjualan Jamu Hingga Bandung Barat

MENAWARKAN: Ai Fatimah bersama dua orang anaknya berjalan hingga Rajamandala dan Bandung Barat untuk menajakan jamu tradisional yang dibuatnya agar bisa menyambung hidup. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Menenteng plastik merah besar dengan berisikan jamu tradisional kayu asam merah Papua, Ai Fatimah berjalan menyusuri setiap jalan yang ada di Kabupaten Cianjur bersama anaknya Fuza (8) dan Mamhardi yang masih berumur empat bulan untuk menjual jamu yang dibawanya. Warga Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang ini sesekali harus membagi tenaganya untuk turut menggendong anak bungsunya yang masih balita.

Dirinya menjadi korban ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, anak bungsunya tengah tertidur lelap saat Ai Fatimah tengah menjajakan jualannya. Namun Fuza yang masih setia, terlihat lelah mengikuti langkah kaki ibunya yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah gempuran Covid-19.

Memang bukan kali ini dirinya menjajakan jamu hasil racikannya, sudah tiga tahun dirinya menekuni jualan jamu tradisional ini. Menurutnya, ramuan jamu tradisional kayu asam merah khas Papua mampu mengobati berbagai penyakit. Ia menawarkan satu bungkus jamunya seharga Rp15 ribu.

“Udah tiga tahun jualan ini, sebelumnya suami yang jualan tapi karena dampak Covid, saya juga harus turun tangan untuk bantu jualan suami,” ujarnya.

Bahkan dirinya rela harus berjualan hingga Rajamandala dan Bandung Barat untuk membantu sang suami mencari nafkah untuk tujuh anaknya yang masih membutuhkan banyak biaya. Baginya, lelah sudah menjadi makanan sehari-hari dan tidak terlalu dipermasalahkan. Yang terpenting, anak-anaknya bisa tercukupi dan hidupnya bisa lebih baik dari dirinya.

“Kadang kalau lagi bagus bisa bawa pulang uang dari Rp150 sampai Rp200 ribu, yang penting bisa buat anak-anak saya di rumah karena masih perlu biaya seperti untuk pendidikan,” ungkapnya.

Meski terdampak Covid-19, dirinya mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Padahal, masyarakat terdampak harus mendapatkan bantuan dari pemerintah. (kim)