Pasca Roboh, Kini Pagar Tembok Desa Cipanas Telah Dibangun

Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasca robohnya pagar tembok di kawasan Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas beberapa waktu lalu, kini pemerintah desa telah membangun kembali pembatas tanah tersebut yang dimulai sekitar dua pekan kemarin hingga kini.

“Setelah sekian bulan roboh karena ada hujan lebat dan bencana alam waktu itu, Alhamdulillah Pemerintah Desa Cipanas bisa ngumpulin dari hasil Pendapatan Asli Desa (PADes) yang diperoleh kurang lebih lima bulan, kita bisa alokasikan untuk pembangunan pagar tersebut,” ujar Kepala Desa Cipanas, H. Agus Sahputra saat ditemui radarcianjur.com belum lama ini.

Adapun besaran anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan pagar tembok tersebut, Agus menyebut, sekitar Rp 60 juta.

“Anggarannya kami peruntukan untuk membangun tembok sepanjang 37 meter, dengan tinggi sekitar 1,5 meter dan kualitas dimaksimalkan,” kata Agus.

Dalam pengerjaannya, Agus mengatakan, diestimasikan akan rampung sekitar satu bulan. Hingga kini, telah dibangun sekitar 80 persen. Tinggal merapihkan dan finishingnya saja.

“Sekarang itu sudah dua mingguan kita laksanakan pembangunan. Tinggal detail-detailnya, pengecetan, dan sebagainya,” ucap Agus.

Selain itu, Agus menuturkan, rencana kedepan setelah pagar tembok samping Istana Cipanas itu selesai, bakal dibangun kembali aula pos kesehatan desa (poskesdes). Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan keberangkatan pasien atau warga yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih lanjut.

“Jadi nanti kita akan buka akses dari poskesdes jalan, sekitar satu meter lah khusus untuk berangkat mobil ambulance desa. Jadi keberangkatan dari poskesdes tak terhambat,” katanya.

Menurut Agus, dengan adanya pembangunan pagar tembok tersebut, itu merupakan musibah yang bernilai hikmah sangat tinggi. Sebab, jika tak roboh waktu itu, belum tentu pagar desa kini bisa lebih bagus, kuat dan rapi.

“Kalau misalnya gak ada musibah itu, mungkin tak tau kapan kita bisa membangun pagar baru. Namun yang jelas, saya berharap ini juga bisa memberikan keindahan desa, lebih tertata rapi, enak dipandang. Sehingga tidak terkesan seperti bangunan lama yang lapuk,” tutupnya. (dan)