Paslon Nomor Urut Satu Optimis Bawa Cianjur Juara ‘Hade’ Jabar

Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Cianjur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dengan nomor urut satu

RADARCIANJUR.com – Sebagai pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Cianjur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dengan nomor urut satu, Toha – Ade Sobari (Hade) memiliki simbol Ahad yang artinya satu. Termasuk bahwa dengan didapati nomor satu ini merupakan sebuah titik pemberangkatan dan tanda bagi (Hade) untuk bersatu demi Cianjur.

“Modal kita adalah bagaimana bersatu untuk membangun ke depan Cianjur menjadi Hade’. Oleh karenanya kami mengajak kepada semua pihak khususnya warga Kabupaten Cianjur, mari dengan tulus ikhlas menentukan keyakinan sesuai hati masing-masing agar menjadi lebih baik dan Hade,” tutur Toha saat jumpers belum lama ini.

Oleh karenanya, Toha mengatakan, modal Paslon satu ini adalah bersatu dengan bukti hubungan yang tak terpecahkan demi warga Cianjur.

“Mari bersama-sama bersatu menjadi nomor satu di Jawa Barat menjadi juara di Cianjur menjadi juara Hade di Jawa Barat dengan komitmen kami demi membangun Cianjur maju, makmur, dan bermartabat,” katanya.

Pasangan ini juga meyakini arti ‘Fastabiqul Khairat’. Yakni berlomba-lomba berjuang untuk kebaikan. Berjuang menang, dan membangun Cianjur lebih Hade’.

“Harapan besar kami untuk membangun Cianjur menjadi Hade’ ini begitu semangat. Perbedaan bukan dijadikan sebuah perpecahan, ataupun perselisihan, tetapi dijadikan satu kesatuan untuk modal kita membangun Cianjur jadi Hade’,” tuturnya.

Termasuk di saat Pandemi Covid-19 ini, Paslon nomor Wahid ini pun akan mengedepankan protokol kesehatan. Keselamatan masyarakat harus dijaga dalam situasi seperti. Maka dari itu hal tersebut membuat pasangan Hade’ berfikir bagaimana membangun sebuah inovasi di dalam cerpen pada Pemilukada kali ini.

“Kami adalah rakyat. Investor kami adalah masyarakat Kabupaten Cianjur yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadikan Cianjur ini lebih makmur bermartabat dan agamis,” pungkasnya. (dan)