DPC Gerindra Pastikan Tak Ada Kader yang Belot

Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur saat menggelar jumpa pers di Kantor DPC Gerindra. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – DPC Partai Gerindra menyebut viralnya berita di media sosial yang menyatakan 30 PAC Gerindra yang berbelot hanyalah permainan politik kubu lawan.

Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Cianjur Prasetyo mengatakan, 32 PAC Gerindra di Kabupaten Cianjur tetap solid untuk mendukun pasangan Calon bupati dan wakil bupati Cianjur Oting Zainal Mutaqin – Wawan Setiawan.

“Perihal adanya anggota kita yang deklarasi dukung kubu lawan itu, saya pastikan itu mereka para mantan ketua PAC,” kata Prasetyo kepada RADARCIANJUR.com Rabu (30/9/2020) di kantor DPC Gerindra.

Menurut Prasetyo, jika dilihat dari video yang beredar, beberapa diantaranya adalah orang-orang yang tidak jelas yang selama ini tidak tahu apakah dia itu kader atau bukan.

“Saya memastikan bahwasannya ini adalah suatu dinamika politik dan kita sudah biasa menghadapi hal seperti ini di 2014 ketika kita memiliki 5 kursi dewan ada berita hal seperti ini,” ujarnya

Prasetyo mengatakan, saat ini partai Gerindra merupakan partai pemegang kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Cianjur, dan permasalahan tersebut adalah hal wajar menjelang Pilkada dan tak perlu dibesar-besarkan.

“Saya sangat menyayangkan kepada tim kampanye lawan yang memanfaatkan berita ini untuk strategi politiknya jadi kalau menurut saya ini ada hal sesuatu yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan ini merupakan dinamika politik,” katanya

Lanjut Prasetyo, partai Gerindra akan melakukan tindakan tegas jika ada kader yang membelot tidak patuh pada garis partai.

“Jika benar ada yang tidak mendukung pasangan Oting-Wawan, tentunya akan mendapatkan sanksi yang keras yaitu pencabutan KTA dan dikeluarkan ke anggotanya dari kepartaian dan itu sudah tegas karena rekomendasi yang diusung oleh partai Gerindra adalah pasangan Otong-Wawan, jadi siapapun pengurus kader, fraksi baik pengurus tingkat kabupaten kecamatan dan desa wajib untuk memenangkan pasangan Oting-Wawan,” pungkasnya. (dil)