Kesal, Tujuh Korban Penipuan Arisan Bodong Ngadu ke Pengadilan Negeri

TUNTUT KEADILAN: Korban penipuan investasi paket arisan datangi Pengadilan Negeri Cianjur agar AN mengembalikan uang. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Buntut dari penipuan investasi paket arisan membuat tujuh korban melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Cianjur untuk AN mengganti rugi uang yang telah dikeluarkan.

Kuasa hukum para korban dari Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) MPC Pemuda Pancasila Cianjur, Ade Kemboy mengatakan, gugatan itu dilakukan karena korban ingin mendapatkan kembali uang yang telah diberikan kepada AN.

“Pidananya kan sudah diurus oleh kepolisian dan itu tidak menjadi dasar uang mereka bisa kembali. Makanya mereka menuntut lewat jalur perdata supaya bisa menuntut uang atau aset milik AN sebagai ganti rugi,” ujarnya.

Lanjutnya, tujuh korban itu merupakan ketua kelompok arisan yang mempunyai kerugian rata-rata di atas satu miliar rupiah.

“Jumlah total kerugian dari tujuh korban tersebut sebesar Rp15 miliar lebih dan mereka semua berdomisili di Cianjur,” paparnya.

Selain itu, gugatan perdata ke Pengadilan Negeri ini merupakan yang pertama kalinya. Bahkan dirinya menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan barang bukti yang lengkap.

“Sidang kali ini baru pertama kalinya. Untuk bukti seperti kuitansi dan lainnya semua sudah lengkap,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang korban, ketua kelompok paket arisan bodong asal Kecamatan Warungkondang, Dewi Fitria mengaku terpaksa melaporkan ke Pengadilan Negeri Cianjur, pasalnya AN tidak memberikan kejelasan hingga saat ini.

“Kami menuntut uang kami kembali. Kalaupun pelaku tidak mampu mengganti kerugian, kami ingin aset rumah pelaku dilelang untuk mengganti kerugian kami,” tutupnya.

(kim)