Pengamat Politik: Kampanye Pilkada di Medsos Cukup Efektif dan Murah

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Suryakencana Cianjur, Dedi Mulyadi

RADARCIANJUR.com – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Suryakencana (Unsur) Cianjur, Dedi Mulyadi menilai, mengenai efektivitas kampanye daring atau melalui media sosial khususnya di Kabupaten Cianjur, cukup efektif.

“Sebetulnya dengan kampanye melalui media sosial itu jauh lebih efektif. Apalagi di Kabupaten Cianjur ini lebih dari 60 persen masyarakat Cianjur sudah menggunakan media sosial,” kata Dedi kepada radarcianjur.com, Kamis (1/10/2020).

Selain bisa menggaet para pemilih milenial, juga kata Dedi, cara itu lebih efisien, mudah, dan biayanya pun cukup murah.

Namun, ia menambahkan, pesan yang akan disampaikan kepada setiap kalangan pemilih mungkin sama, tetapi perlu pembeda pada cara penyampaian antar setiap segmentasi.

“Cara menyampaikan pesan untuk warga senior tentu berbeda dengan cara menyampaikan untuk generasi milenial,” katanya.

Masih kata Dedi, tinggal bagaimana mendesain sebuah konten yang didalamnya adalah apa program kerja yang harus sesuai dengan aspirasi dan ekspektasi masyarakat Cianjur ke depan.

“Itu bisa disajikan dalam bentuk konten yang milenial. Nah tinggal tadi para tim atau para kontestan ini mempergunakan tenaga-tenaga milenial untuk mentransmisikan berbagai program masyarakat di media sosial, itu saja,” tuturnya.

Termasuk, Dedi menjelaskan, tahapan kampanye yang demikian kelihatannya cukup krusial. Artinya bahwa pada tahapan kampanye ini sesuai dengan apa yang sudah digariskan KPU terutama kaitannya dengan peraturan KPU nomor 13 tahun 2020 termasuk surat edaran Bawaslu Nomor 10, 77, adalah dengan yang menjadi titik tekan dalam pelaksanaan kamapanye ini adalah bagaimana harus dilaksanakan tetapi dengan mengindahkan protokol kesehatan.

“Jadi itu yang saya kira untuk menjawab keraguan banyak pihak dengan pelaksanaan Pilkada ini yang ditakutkan menjadi Cluster penyebaran apa virus Corona yang baru,” katanya. (dan)