Ini Daftar Kekayaan Calon Bupati Cianjur di Pilkada 2020

Pilkada Cianjur

RADARCIANJUR.com– Pada kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 yang akan diselenggarakan di sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota sudah dimulai dan memasuki tahapan kampanye.

Namun sebelum memasuki pada tahapan kampanye, sebelumnya para pasangan calon (paslon) yang menjadi kandidat di pesta demokrasi tersebut harus memberikan beberapa berkas persyaratan untuk pencalonan, salah satunya Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada saat pendaftaran.

Di Kabupaten Cianjur, paslon sudah melakukan pelaporan mengenai harta kekayaan baik yang bergerak maupun tidak yang meliputi kendaraan, tanah, bangunan dan kekayaan lainnya.

Dari empat kandidat calon Bupati Cianjur, mantan Kadisdikbud Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin menempati urutan pertama berdasarkan e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yakni sebesar Rp7.8 Miliar. Posisi kedua ditempati oleh petahana petahana yakni Herman Suherman kekayaan sebesar Rp6.2 Miliar, selanjutnya Lepi Ali Firmansyah sebesar Rp756 Juta dan terakhir Muhammad Toha sebesar Rp705 Juta.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Selly Nurdinah mengatakan, semua kandidat atau paslon diwajibkan melaporkan harta kekayaan kepada KPK RI sebagai salah satu persyaratan pencalonan yang dilampirkan saat melakukan pendaftaran.

“Jadi sebelum melakukan pendaftaran itu harus melakukan pelaporan terlebih dahulu mengenai harta kekayaan yakni LHKPN ke KPK RI dan para paslon memberikan laporan berupa berkas telah melakukan pelaporan harta kekayaan ke KPK RI,” ujarnya.

Lanjutnya, KPU Kabupaten Cianjur hanya menerima laporan bahwa paslon sudah melakukan pelaporan harta kekayaan. Sementara untuk data lengkapnya, pihaknya akan diberikan langsung oleh KPK RI.

“Kalau dari paslon kita tidak menerima secara rinci, hanya bukti bawa sudah melaporkan harta kekayaan saja. Biasanya dari KPK RI yang menginformasikan hasilnya,” terangnya.

Sementara itu, Calon Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan, semua harta yang dimilikinya sudah dilaporkan sejak bulan Maret 2020 dan semua yang dimilikinya merupakan uang pribadinya.

“Itu sudah dilaporkan sejak bulan Maret 2020 lalu dan dibeli dari uang pribadi saya,” terangnya. (kim)