Tak Perlu Kampanye Hura-hura

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Suryakencana (Unsur) Cianjur, Dedi Mulyadi menilai bahwa tahapan kampanye dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini tak perlu terlalu hura-hura. Apalagi di masa pandemi seperti ini, cukup dengan menyampaikan melalui media massa, sosial maupun daring sesuai dengan visi misi yang dibutuhkan masyarakat.

“Yang harus menjadi catatan para kontestan kampanye itu, harus disesuaikan dengan kebutuhan aspirasi dan ekspektasi masyarakat Cianjur. Supaya visi misi itu kemudian bisa dimaknai dan pada akhirnya akan menjadikan sebuah pertimbangan ketika bicara dalam perspektif elektabilitas,” ujar Dedi kepada radarcianjur.com kemarin.

Menurutnya, yang terpenting adalah, antara materi kampanye dengan elektabilitas itu kemudian harus berbanding lurus. Artinya bahwa materi kampanye itu harus sejalan dengan ekspektasi atau harapan dan aspirasi masyarakat.

“Jadi hal-hal semacam itu sangat penting di masa kampanye saat ini,” katanya.

Kemudian selain cara kampanye seperti itu, dari sisi cara lain, sistem penyajiannya dalam konteks sekarang kan ada apa pembatasan kerumunan jangan lebih dari 50 orang. Tetapi menurutnya, itu menjadi kesepakatan dari regulasi yang harus ditaati oleh semua kontestan yang memang disarankan kampanye dengan melalui media sosial.

“Jadi dari sistem regulasi sebetulnya PKPU nomor 13 tahun 2020 sudah menjawab tinggal para calon kemudian menyesuaikan dengan para penyelenggara,” katanya.

“Kelihatannya memang harus disosialisasikan juga kepada para calon di Pilkada ini supaya pelaksanaan kampanye itu tidak ekspresif atau tidak menimbulkan bahaya penyebaran virus Corona,” tambahnya. (dan)