Warga Ciguntur Hadang Mobil Ambulans dan Petugas Ber-APD Lengkap

DIPERIKSA: Sejumlah warga Kampung Ciguntur menyekat sementara petugas yang membawa ambulans yang diduga telah memakamkan pasien Covid-19. Foto: Dokumentasi Warga For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sejumlah warga di Kampung Ciguntur RT 06 RW 03, Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur Kamis (1/10/2020) malam, sempat menghadang petugas dari salah satu rumah sakit umum yang membawa ambulans.

Aksi warga tersebut beralasan bahwa, petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) itu diduga telah memakamkan jenazah pasien Covid-19 di wilayah Kampung Ciguntur.

“Kami sengaja melakukan itu karena ada salah satu jenazah yang telah dikebumikan bukan warga Ciguntur, tapi dikubur di Ciguntur dengan protokol covid 19 dan tanpa ada koordinasi dengan RT setempat,” kata salah seorang warga Ciguntur berusia sekitar 45 tahun itu kepada radarcianjur.com saat dikonfirmasi, Jum’at (2/10) pagi.

Ia mengatakan, dugaan peristiwa itu pun diketahui karena ada saksi mata yang melihat sebelum pemakaman jenazah itu disaksikan Kepala desa setempat dan beberapa orang di sekitar makam sebelum pemakaman di siang harinya.

“Jadi siangnya ada proses untuk pemakaman, nah pada malamnya sekitar magrib, dalam keadaan sepi ambulance meluncur kencang masuk wilayah Kampung Ciguntur,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Cipendawa Kecamatan Pacet, Acep Ganda Permana membenarkan adanya penyekatan sementara terhadap mobil ambulance dan petugas yang telah memakamkan jenazah di wilayahnya.

“Benar sempat dihadang, tapi disitu lagi ada penjelasan juga antara petugas dari rumah sakit dengan warga di Ciguntur serta disaksikan kepolisian. Malah sekarang sudah clear,” katanya saat dikonfirmasi Jum’at (2/10).

Adapun pasien atau jenazah yang dimakamkan di wilayah Ciguntur, kata Acep, menurut informasi yang dirinya ketahui dari RSUD Cimacan, bahwa bukan pasien Covid-19. Namun pasien yang meninggal karena memiliki penyakit paru.

“Kalau menurut informasi dari rumah sakit sih katanya bukan pasien Covid-19, tapi punya penyakit paru,” ujarnya.

Hingga kini, antara masyarakat dan petugas medis yang bertugas pada malam itu telah selesai. (dan)