Bikin Heboh, Begini Penjelasan Soal Peta Zona Merah Covid-19 di Cianjur

RADARCIANJUR.com– Baru-baru ini masyarakat Cianjur heboh dan ramai dengan peta yang diduga merupakan daftar zona merah Covid-19 di Kabupaten Cianjur. Akan tetapi, peta yang tersebar di media sosial tersebut bukan peta zonasi Covid-19.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, peta tersebut bukan peta zonasi. Namun, peta sebaran kasus atau distribusi kasus.

“Makanya di judulnya bukan peta zonasi resiko, atau zona resiko,” ujarnya melalui sambungan telepon.

BACA JUGA : Beredar Kabar Ruang Isolasi RSUD Sayang Penuh, Ini Kata Jubir Gugus Tugas Cianjur

Lanjutnya, peta zonasi diklasifikasikan berdasarkan 14 indikator mulai dari indikator 10 indikator epidomologi, dua indikator surveillance kesehatan dan dua indikator pelayanan kesehatan.

“Kalau peta zonasi kan ada 14 indikator, bukan hanya yang positif aja. Yang positif hanya salah satu indikator dari 14 indikator itu. Kalau ini persebaran kasus. Beda. Sangat berbeda,” paparnya.

Menanggapi keresahan masyarakat tentang tersebarnya peta persebaran kasus Covid-19 itu, dr Yusman menilai, masyarakat kurang bisa memahami judul peta. Dirinya pun menyebut, pihaknya akan merevisi hal itu.

“Tapi akan kami revisi. Supaya enggak heboh. Tapi sebetulnya memang di ilmu surveillance dan epidomologi, yang betul itu seperti itu. Sebaran kasus ditandai tanda merah,” jelasnya.

BACA JUGA : Banjir Dan Longsor Terjang Cianjur Selatan

Selain itu, walaupun pembuatan peta sebaran kasus Covid-19 di Cianjur itu valid, namun menimbulkan kepanikan. Sebab, ia menilai saat masyarakat melihat warna di peta, seolah-olah sudah terzonasi.

“Di judulnya aja udha jelas, peta sebaran kasus. Di situ juga sudah jelas, yang merah berarti ada kasus. Yang hijau berarti tidak ada kasus,” tutupnya. (kim)