Turun Peringkat, Kini Cianjur di Posisi 20 Risiko Bencana

Foto: Dok/Radar Cianjur BENCANA ALAM: Kondisi rumah warga korban bencana alam retakan tanah di Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi, beberapa waktu lalu.

RADARCIANJUR.com – Relawan Tangguh Bencana (Retana) Kabupaten Cianjur menjadi salah satu peran penting dalam tubuh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

Pasalnya, Kabupaten Cianjur yang masuk dalam risiko bencana di Indonesia sebelumnya menduduki urutan pertama berdasarkan Indikator Risiko Bencana Indonesia (IRBI).

Namun, saat ini Kabupaten Cianjur berada di posisi ke 20 berkat penanganan pra bencana.

BACA JUGA : Banjir Dan Longsor Terjang Cianjur Selatan

“Sebelumnya kita berada di posisi pertama risiko bencana, karena Cianjur memiliki 10 potensi bencana dari utara hingga selatan. Namun alhamdulillah setelah dibentuknya Retana ini berhasil turun di angka ke-20,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan.

Jumlah anggota Retana saat ini sebanyak 1.832 orang yang tersebar di 32 kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Cianjur dengan tugas memberikan edukasi serta sosialisasi mengenai langkah penanganan ketika terjadi bencana.

BACA JUGA : DLH Cianjur Ambil Sampel Limbah B3 di Haurwangi

Selain itu, di BPBD Kabupaten Cianjur hanya terdapat 27 orang pengendali bencana atau pengendali operasi (dalops).

“Ini kebayang di kita hanya punya 27 dalops, sementara Kabupaten Cianjur sangat luas. Maka tercetuslah ide dari Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman melalui Perbup Nomor 48 Tahun 2019 dan kini data dari IRBI kita di posisi 20,” jelasnya. (kim)