Imbas Covid-19, Petani dan Masyarakat Terima Bantuan PT MPM

PEDULI: 1.00 paket sembako disalurkan PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) kepada masyarakat dan petani. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Kondisi pandemi Covid-19 membuat beberapa masyarakat terkena dampak dari berbagai sektor, seperti halnya sektro ekonomi. Bukan hanya kalangan pengusaha, pekerja dan pabrik saja, bahkan petani pun turut terkena imbasnya.

Kabupaten Cianjur yang merupakan salah satu daerah pertanian pun merasakan imbasnya, beberapa petani sampai harus kehilangan mata pencahariannya. Untuk menjaga keberlangsungan hidup petani, PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) mengadakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat sekitar dan petani yang turut menggarap lahan PT MPM yang berlokasi di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas.

Sebanyak 1.000 paket sembako diberikan agar masyarakat dan para petani bisa tetap terjamin kehidupannya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura (Dispertan) Kabupaten Cianjur, Mamad Nano mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan PT MPM kepada para petani.

“Kita ketahui di masa pandemi ini banyak pihak yang turut terkena imbasnya, ya salah satunya petani. Seperti kita ketahui kemarin banyak petani yang merugi akibat sayurannya tidak bisa dijual karena kondisi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Administratur PT MPM, R Rahman Manurung menambahkan, pihaknya ingin turut berbagi kepada petani dan masyarakat sekitar dengan memberikan paket sembako sebagai wujud rasa kepedulian PT MPM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang diwujudkan dengan program ketahanan pangan yang dijalankan oleh PT.MPM bersama masyarakat Batulawang dalam bentuk penanaman tumpang sari diantaranya tanaman kopi, jagung dan singkong. Petani masih dapat melanjutkan budidaya tanaman musiman sebagai pencaharian nya, selain itu petani juga mendapatkan profit sharing dari hasil pertanian tumpang sari tersebut. Sehingga kesejahteraan petani lebih meningkat.

“1.000 sembako kita berikan kepada masyarakat dan petani sebagai turut rasa peduli kami di kondisi pandemi ini, karena bagaimana pun juga kita turut peduli dan merasakan kondisi ini begitu sulit terlebih dalam hal ekonomi,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pacet dan Cipanas, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan pun kita terapkan, masyarakat dan petani harus memakai masker pada saat pengambilan sembako dan menjaga jarak serta mencuci tangan terlebih dahulu,” tutupnya. (kim)