Meresahkan! Ratusan Botol Limbah Medis Ditemukan Petugas Kebersihan di Pacet

MENGECEK: Petugas kebersihan dari tim rumah singgah sampah Cipanas mengecek limbah medis di pinggir jalan raya Pacet, Cianjur. Foto: Dadan Suherman Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Ratusan botol sampah medis yang tercecer di gundukan pinggir Jalan Raya Pacet tepatnya di depan Wisma Kompas Gramedia, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, ditemukan oleh petugas kebersihan dari tim rumah singgah sampah Cipanas, Sabtu (3/10/2020) siang.

Koordinator kebersihan ketertiban dan keindahan (K3) Kecamatan Cipanas, Dede Ikhsan mengatakan, botol-botol bekas sampah medis itu ditemukan saat tim kebersihan melakukan aktivitas seperti biasa di sepanjang jalur protokol Pacet hingga Cipanas. Namun saat di lokasi, petugas menemukan tumpukan sampah yang diduga berbahaya tersebut.

“Ada ratusan botol bekas sampah medis yang kita temukan di lokasi. Itu sangat menggangu dan cukup meresahkan juga kang,” ujar Dede Ikhsan saat dikonfirmasi radarcianjur.com, Minggu (4/10/2020).

Ia menduga, limbah yang berupa botol medis bekas pakai itu dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab dari salah satu fasilitas kesehatan (Faskes).

Padahal, lanjut Dede, hal tersebut jelas melanggar dan bertentangan dalam undang-undang (UU) nomor 32 tahun 2009, mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya dan beracun (B3).

“Temuan limbah B3 ini sudah dijemput oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Kabid DLH Cianjur Ibu Neneng dan Kepolisian,” katanya.

Termasuk, pihaknya pun menyayangkan kepada oknum yang tidak bertanggung jawab itu sudah membuang sampah medis hingga berserakan di tempat yang tak seharusnya.

“Karena jelas limbah medis tersebut sangat beracun dan berbahaya baik bagi tim kami di lapangan yang sedang melaksanakan kebersihan maupun untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

“Mudah-mudahan setelah ditemukannya limbah berbahaya ini ada semacam evaluasi dari setiap fasilitas kesehatan oleh dinas terkait, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan pencemaran bagi lingkungan dan manusia,” pungkasnya. (dan)