Ramai Beras Bercampur Biji Plastik, Komisi D DPRD Cianjur Sidak e-Warong

MUSYAWARAH: Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi berkomunikasi dengan KPM mengenai temuan biji plastik pada beras. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- e-warong di Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku didatangi Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur guna menindaklanjuti temuan beras yang bercampur biji plastik yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi mengatakan, pertama pihaknya melakukan sidak ke e-warong yang berada di Rancagoong lebih dulu sebelum ke Cilaku.

“Di Rancagoong tidak ada beras campur plastik kata e-warong dan aman-aman saja,” ujarnya.

Pihaknya langsung menuju ke Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku. Ia pun menyebut, pihaknya langsung bertemu dengan KPM yang mendapatkan beras bercampur plastik di Cilaku.

“Setelah saya tanyakan, beras tinggal seperapat karung. Kurang lebih lima liter katanya, menemukan beras bercampur plastik dan di satu lokasi ada campuran tiga Biji plastik,” paparnya.

Dirinya menjelaskan, ketika KPM tersebut menemukan biji plastik di dalam karung berasnya. KPM itu langsung melapor ke pihak PKH.

“Dari PKH lapor ke Dinsos. Dan, kades turun ke lapangan didampingi Polsek, kata KPM yang saya temui,” terangnya

Namnun saat dirinya meminta barang buktinya yakni biji plastik yang bercampur dalam beras, KPM tersebut menyebutkan telah diserahkan ke pihak polsek setempat.

“Jadi saya belum sempat melihat barang buktinya. Hampir sama dengan di Bojongpicung,” ungkapnya.

Namun, dirinyamenyayangkan karena tidak bisa bertemu dengan kedua kades di Ciharashas dan Rancagoong karena alasan sakit.

“Jadi saya di dampingin sama perangkat Desa dengan TKSK,” jelasnya.

Ia berharap, ke depannya kejadian penemuan beras bercampur plastik di Cianjur tidak terulang kembali. Ia pun menegaskan TKSK untuk turun ke lapangan. Juga, TKSK harus memberi arahan kepada KPM, jika ada barang kurang layak untuk segera dikembalikan.

“TKSK harus turun ke lapangan untuk mengecek barang yang datang dari supplier. Jadi sebelum dikirim ke KPM, harus teliti dulu jangan sampai terulang lagi dan harus memberi arahan kepada KPM kalau ada bantuan yang kurang layak, silakan lapor ke e-warong untuk minta ganti,” tutupnya. (kim)