Akibat Bank Emok, Banyak Warga Sukanagara Cerai

TOLAK RENTENIR: Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) bersama warga memasang baliho hadirnya bank keliling di lingkungan masyarakat. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Bank keliling atau lebih dikenal oleh masyarakat yakni bank emok, masih menjadi permasalahan. Pasalnya, tak sedikit kehadiran bank keliling tersebut merugikan masyarakat. Bahkan, di Kecamatan Sukanagara, warga bersama Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) memasang baliho penolakan.

Penolakan tersebut dikarenakan tak sedikit warga yang bercerai karena permasalahan ekonomi yang ditimbulkan bank emok.

Ketua KPMP Marcab Cianjur, Aa Jaelani mengtakan, pemasangan baliho dilakukan yang berisi penolakan keras terhadap hadirnya bank keliling yang sudah meresahkan warga berdasarkan pengaduan dari masyarakat serta temuan di lapangan yang merebaknya praktek rentenir dan sejenisnya di wilayah Cianjur Selatan.

“Ini sangat meresahkan masyarakat dan dinilai tidak manusiawi karena terkesan pinjaman lunak tetapi dengan bunga yang sangat tinggi. Hal itu jelas sangat mencekik dan menyengsarakan masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, pemasangan sepanduk atau banner bertulisan penolakan segala bentuk jenis pinjaman berkedok bank masuk ke lingkungan Cianjur adalah bentuk nyata penolakan dari KPMP Marcab Cianjur.

Jenis pinjaman tersebut meresahkan masyarakat dan perlu diantisipasi. Pemasangan spanduk dengan tulisan penolakan dinilai solusi terbaik.

“Aksi penolakan berawal dari kekhwatiran terhadap dampak atau efek negatif di masyarakat yang diakibatkan adanya jenis pinjaman berkedok bank tersebut,” paparnya.

Rentenir sendiri, menurutnya memberikan pinjam bak pahlawan terhadap warga yang sedang memerlukan bantuan.

“Giliran nagih galak seperti apa. Begitulah ungkapan masyarakat sebagai Korban rentenir seperti yang terjadi di beberapa kecamatan yang ada di wilayah Selatan Cianjur. Bahkan tak sedikit berakibat runtuhnya rumah tangga dan permasalahan antara tetangga terdekat sehingga kami KPMP berinisiatif memasang spanduk penolakan bank yang lebih mirip rentenir,” jelasnya..

Aksi tersebut pun turut didukung Camat Sukanagara, Adang Sumaryadi. Adang mengatakan, dirinya sangat mendukung terhadap gerakan warga yang menolak hadirnya Bank Keliling yang dinilai memberatkan masyarakat.

“Kami sangat mendukung prbolakan Bank Keliling yang ada di wilayah kami, karena bank keliling ini bunga nya sangat besar sehingga menyulitkan masyarakat dalam tatanan kehidupan perekonomian masyarakat,” tutupnya. (kim)