Bawaslu Bakal Tindak Tegas Pelanggar Pilkada

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Jabar, Yusuf Kurnia. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Jabar, Yusuf Kurnia menyebut, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di era new normal ini selain perwujudan hak elektoral, juga mempersyaratkan Pilkada sesuai dengan standar protokol kesehatan.

“Jadi dari semua produk hukum itu, Bawaslu bisa memastikan bagaimana memastikan Pilkada 2020 selain hak elektoral tetapi juga terjamin kondisi keselamatan bagi semua unsur yang terlibat, baik penyelenggara maupun kontestan dan masyarakat atau pemilih,” tutur Yusuf kepada wartawan, Senin (5/10/2020) di Hotel Le Eminence Cipanas.

Maka dari itu, kata Yusuf, perlu adanya kerja kolektif semua stakeholder. Karena regulasi mengatur banyak kewenangan atas penegakan untuk semuanya. Termasuk Bawaslu juga memiliki kewenangan dalam menegakkan itu.

“Bawaslu adalah pintu pertama yang memberikan peringatan pertama kalau ada potensi protokol kesehatan yang dilanggar dalam menegakkan aturan Pilkada,” katanya.

Termasuk, kata Yusuf, jika dalam potensi tersebut itu tidak diindahkan, maka satu jam setelah itu pihak Bawaslu akan menindak tegas yang berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.

“Kalau dalam potensi pelanggaran itu juga tidak bisa dihindarkan maka untuk kampanye yang terlarang tersebut, kami akan merekomendasi kepada KPU untuk memberikan sanksi administratif,” ujarnya. (dan)