Tolak Omnibus Law, Aliansi Buruh Cianjur Bakal Mogok Kerja

RADARCIANJUR.com- Besok, Selasa (6/10) serikat buruh dan pekerja di Kabupaten Cianjur akan bersatu dengan nama Aliansi Buruh Cianjur untuk menolak pengesahan RUU Cipta Kerja atau Omnibuslaw. Rencananya, Aliansi Buruh Cianjur akan menggelar aksi mogok kerja dan melumpuhkan semua kegiatan produksi di perusahaan-perusahaan.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengatakan, Aliansi Buruh Cianjur ini dibentuk atas lima serikat pekerja dan buruh yang ada di Cianjur. Ia pun mengatakan, semuanya akan bergerak dalam menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

“Besok akan melumpuhkan semua industri yang ada di Kabupaten Cianjur. Besok titik kumpul perbatasan Cianjur-Bandung Barat di Citarum, terus bergeser ke kota sambil sweeping,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, aksi mogok kerja tersebut akan dilasanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan, menurutnya RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law memang jelas merugikan buruh se-Indonesia dan harus dicabut pemerintah.

“Intinya klaster ketenagakerjaannya buat buruh itu karena kan beberapa undang-undang disatukan itu. Klaster kertenagakerjaan itu ingin dicabut jangan masuk Ombinus Law,” ungkapnya.

Selain itu, ada banyak poin yang ingin dihapuskan dari RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Namun, salah satu yang paling krusial itu adalah soal status pekerja dan penghasilan pekekrja.

“Yang paling krusialnya itu status pekerja, penghasilan pekerja, karena di Omnibus Law itu tidak ada pekerja tetap, kontrak semua, terus UMK juga nanti dihapuskan. Terus jaminan sosial yang lainnya juga belum tentu ada,” jelasnya.

Ia pun berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan pekerja dan buruh. Ia menyebut, seharusnya undang-undang yang baru itu lebih baik daripada undang-undang sebelumnya, tapi RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law malah lebih buruk

“Jadi ini benar-benar pemerintah pro investor sementara buruh sebagai rakyat sudah tidak diperhatikan,” tutupnya. (kim)