Serikat Kerja Unjuk Rasa, Jalan Raya Bandung Lumpuh

TAK BERGERAK: Kondisi Jalan Raya Bandung yang terkena dampak dari unjuk rasa penolakan UU Omnibuslaw Ciptaker. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Aksi unjuk rasa menolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja di PT Pou Yuen Indonesia (PYI) yang beralamat di Jalan Raya Bandung Kecamatan Karangtengah, Selasa (6/10) membuat lumpuh aktifitas warga yang melintas.

Dari hasil pantauan di lapangan, serikat buruh melakukan pemblokiran di Jalan Raya Bandung Kampung Ciodeng Kecamatan Karangtengah untuk melakukan sweeping kepada buruh yang akan bekerja.

Ardi (25) salah seorang pekerja di PT Pou Yuen Indonesia (PYI) mengatakan, adanya aksi seperti ini memang untuk membela para buruh, tapi disisi lain ada juga yang dirugikan.

“Aksinya memang untuk membela buruh. Namun, disayangkan adanya aksi pemblokiran para pekerja yang akan bekerja,” ujarnya.

Lanjutnya, aksi Unras ini seharusnya tidak memaksa para pekerja untuk ikut. Bahkan kalau perusahaan meliburkan tidak harus memaksa menghentikan kendaraan.

“Seharusnya tidak perlu memaksa, karena tidak semua ikut aksi. Karena perusahaan libur, ada juga yang mau pulang lagi tetapi tidak bisa karena dipaksa,” ungkapnya.

Sementara itu, hal yang sama diungkapkan Tomy (32) pengguna jalan, aksi yang dilakukan para serikat buruh seperti ini mengakibatkan terganggunya aktivitas pengguna jalan.

“Saya yang bukan buruh juga terkena dampaknya. Kendaraan saya juga tertahan hingga satu jam tidak dapat bergerak,” kesalnya.

Aksi yang dilakukan serikat buruh ini sangat mengganggu. Selain itu, ditengah Pandemi Covid-19 mengundang berkumpulnya masa hingga berdesakan.

“Tentu saja sangat mengganggu pengguna jalan, padahal pengguna jalan yang bekerja bukan hanya buruh saja banyak yang lain juga. Para pengunjukrasa berdesakan dan mengundang banyak orang padahal saat ini tengah pandemi Covid-19,” tutupnya. (kim)