Dinas Pertanian Segera Menginventarisir Kerugian Lahan di Cianjur Selatan

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano.

RADARCIANJUR.com – Pasca banjir bandang yang terjadi di tiga kecamatan Kabupaten Cianjur wilayah Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur tengah menginventarisir kerugian lahan pertanian yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.

“Kami masih menginventarisir seberapa luas lahan pertanian yang terkena banjir di tiga wilayah itu. Karena belum ada laporan secara detil dari hari Senin kemarin,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano kepada radarcianjur.com, belum lama ini.

Namun dikatakan Nano, di daerah Sindangbarang pun menurut informasi bahwa lahan tanaman kacang tanah milik warga terkena dampak banjir termasuk juga sawah padi warga.

“Jadi kita detailnya belum pasti, hanya baru perkiraan sekitar 20 hektar lahan yang memasuki mulai tanam seperti padi sawah terkena dampak banjir,” ujarnya.

Tak hanya itu, kemungkinan lain di musim tanaman palawija seperti saat ini di wilayah Selatan Cianjur, bakal terkena dampak bencana alam tersebut.

“Jadi, ada ataupun tidak adanya bencana, setiap tahun itu kita selalu memberikan bantuan berupa kegiatan penanaman kacang tanah, jagung maupun padi, dan palawija kepada petani,” katanya.

“Agar bantuan tersebut nantinya bagaimana para petani bisa memberdayakan potensi yang sudah ada dan jelas didukung pemerintah itu,” sambungnya.

Sementara ini, lanjut Nano, pihaknya telah menyalurkan beberapa ton beras untuk bantuan kepada korban bencana alam tersebut, yang diambil dari cadangan pangan daerah (CPD).

“Karena di tahun 2020 ini hanya tersedia 34 ton, dan kemarin sebelum di Cisel sudah ada bencana, maka kami telah menyalurkan sekitar 20 ton, dan sebagian lagi kami salurkan juga ke sini, di tiga kecamatan itu,” tukasnya. (dan)