Hari Kedua, 3000 Buruh Berunjuk Rasa di PT Pou Yuen

TOLAK: Para pekerja buruh terus menuntut untuk dicabutnya UU Omnibus Law yang dirasa merugikan. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Semangat perjuangan para pekerja buruh di Kabupaten Cianjur nampaknya belum surut dalam menolak UU Omnibus Law Ciptaker. Para pekerja buruh yang tergabung dalam aliansi Buruh Cianjur kembali menggelar aksi unjuk rasa di PT Pou Yuen Indonesia.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengatakan, unjuk rasa kali ini dilakukan merupakan lanjutan dari hari sebelumnya.

Sedikitnya ada kurang lebih 3000 orang yang melakukan aksi demo di PT Pou Yuen dikarenakan sebagian besar buruh memilih tidak masuk kerja.

“Yang demo hari ini kurang lebih 3000 orang karena karyawan PYI banyak yang tidak masuk kerja. Untuk PT Dalim, Aurora, dan Fasik, mereka diliburkan dan akan di ganti hari kerja pada hari libur,” ujarnya.

Lanjutnya, unjuk rasa penolakan RUU Cipta Kerja atau Omnibis Law tersebut akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 6-9 Oktober 2020.

“Kita akan melakukan demo penolakan Omnibu Law ini selama tiga hari terus-menerus, dimulai dari Selasa kemarin sampai Kamis besok,” paparnya.

Bahkan untuk hari ketiga, para buruh Cianjur akan melakukan demo langsung ke DKI Jakarta.

“Namun untuk jumlahnya, hari ini kita baru akan bahas berapa yang akan ikut kesana,” jelasnya.

Dengan tegas pihaknya tetap menuntut semua Fraksi di DPRD Cianjur untuk menandatangani penolakan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law. (kim)