Puskesmas Pacet Gencar Lakukan Sosialisasi Terkait Limbah B3

SOSIALISASI: Puskesmas Pacet gencar melakukan sosialisasi kepada jejaring faskes yang ada di wilayah Pacet dan sekitarnya. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tak ingin mengkhawatirkan masyarakat, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pacet lebih gencar melakukan koordinasi serta sosialisasi terhadap fasilitas kesehatan swasta, dan warga umum yang tersebar di wilayah Kecamatan Pacet belum lama ini

Hal tersebut dilakukan, guna memastikan standar operasional (SOP) kepada seluruh fasilitas kesehatan (faskes) baik klinik swasta, praktek dokter, bidan, dan sejenisnya dalam penanganan pelayanan dan termasuk limbah medis.

Kepala Puskesmas Pacet, Kabupaten Cianjur, dr Nelly Emelia Sumitra, mengatakan pihaknya kini lebih rutin melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh jejaring faskes yang tersebar khususnya di wilayah Pacet, Cianjur. Baik itu klinik, dokter praktek swasta, bidan praktek swasta dan masyarakat sekitar.

“Waktu dekat kemarin, kami telah mengingatkan dan menyosialisasikan kembali kepada 13 faskes yang menjadi jejaring Puskesmas Pacet. Alhamdulillah mereka semua telah sesuai prosedur dan standar operasional (SOP) faskes khususnya untuk pengolahan limbah medis,” ujar Nelly kepada radarcianjur.com, Rabu (7/10/2020).

Termasuk, kata dr Nelly, puskesmas pun telah jelas dan melaksanakan MOU yang resmi dengan pihak ketiga dalam penanganan atau penanggulangan limbah medis setiap bulannya.

“Untuk sosialiasi sih telah sering dilakukan. Termasuk yang di jejaring, baik klinik dan bidan praktek yang ada di Kecamatan Pacet ini kami sering kunjungan dan diingatkan juga terkait SOP,” katanya.

Bahkan, Nelly mengungkapkan, bahwa Puskesmas Pacet ini sejak 2017 lalu, sudah melakukan penandatanganan kerjasama MoU dengan pihak ketiga yang bernama PT Mitra Tata Lingkungan Baru (MTLB) yang menangani limbah B3.

“Mengingat limbah B3 ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, apabila hasil limbah tersebut dibuang di sembarang tempat, maka kami sangat memperhatikan hal tersebut. Sehingga penanganannya pun mesti sesuai standar Dinkes,” tuturnya.

Adapun mekanisme penanganan untuk limbah B3 itu sendiri, kata Nelly, pengangkutannya dilakukan setiap satu bulan sekali dari tempat pembuangan sampah limbah sementara yang sudah disediakan pihak Puskesmas Pacet.

“Jadi tergantung dari banyaknya limbah yang dihasilkan disini. Jika pelayanan Puskesmas berkurang, limbah B3-nya pun sedikit. Namun sebaliknya bila pelayanan puskesmas banyak, maka sampah medis yang hasilkan juga akan banyak,” jelasnya.

Nelly menambahkan, intinya adanya kasus buang limbah B3 sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tempo hari, Puskesmas Pacet akan lebih mensosialisasikan lagi hal itu.

“Bagaimana cara membuang limbah medis yang baik dan benar sesuai SOP serta kemudian akan kami jelaskan juga tentang bahayanya limbah medis B3 bila dibuang sembarangan dengan tujuan agar masyarakat tahu,” tutupnya. (dan)