Surat Penolakan Tidak Ditunjukan, HMI Akan Bawa Massa Lebih Banyak

AUDIENSI: Perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur mengutarakan penolakan terhadap disahkannya UU Omnibus Law. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Wilman Sigawinata dan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Denny Aditya akhirnya menerima mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur yang menggelar aksi di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur.

Audiensi tersebut diwakili oleh 30 orang mahasiswa untu menyuarakan tuntuannya mengenai penolakan terhadap disahkannya UU Omnibus law Ciptaker.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Wilman Singawinata mengatakan, pihaknya akan menyurati kepada presiden dan DPR RI mengenai tuntutan dari para buruh dan mahasiswa.

“Sementara ini sebelum surat dibuat, kita tampung dahulu tuntutan dari pekerja buruh dan mahasiswa lalu akan kita rapatkan dengan Ketua serta Anggota DPRD Kabupaten Cianjur. Karena surat tersebut kan harus ditandatangani ketua,” ujarnya

Selain itu, dirinya pun meminta untuk mencabut undang-undang tersebut, pasalnya di masa pandemi ini sangat berbahaya, bisa membuat kluster baru.

“Kita bisa lihat sendiri kemari dengan massa yang begitu banyak, terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Dikhawatirkan malah menjadi kluster baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Cianjur, Zaki mengungkapkan, sikap yang diambil oleh HMI yakni mendesak DPRD Kabupaten Cianjur untuk membuat mosi tidak percaya mengenai pengesahan UU Omnibus Law.

“Kita mendesak agar DPRD Kabupaten Cianjur membuat mosi tidak percaya mengenai pengesahan UU Omnibus Law dan mendorong agar sesegera mungkin pembuatan perpu mengenai pencabutan UU ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, jika surat penolakan belum ditunjukan oleh DPRD Kabupaten Cianjur kepada HMI Cabang Cianjur, maka pihaknya akan membuat aksi lebih besar lagi dengan massa yang banyak.

“Yang kita butuhkan surat penolakan, tapi tadi belum menerima. Rencananya besok akan diberikan, jika tidak sesuai dengan tuntutan maka akan kembali dengan massa yang lebih banyak,” tegasnya. (kim)