Diduga Sebagai Provokator, 60 Orang Diamankan Polres Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kericuhan saat aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law Ciptaker dipicu karena adanya provokator yang bukan dari pekerja buruh dan mahasiswa.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, adanya kelompok yang bukan dari mahsiswa dan buruh, dari pagi sudah melakukan provokasi, dan sudah ada yang diamankan.

“Mereka melakukan pengerusakan terhadap kendaraan dinas Polres Cianur, kemudian dilakukan pengamanan tidak berselang lama terjadi ricuh sedikit yang kemudian bisa diatasi dan kembali kondusip,” ujarnya.

Lanjutnya, dari masing-masing perwakilan sudah melakukan audensi dengan dari DPRD Kabupaten Cianjur dari Praksi Demokrat dan PKS yang hasilnya terjadi kesepakatan dan sudah kembali ke masing-masing.

Yang diduga sebagai provokator biang kerusuhan, Kapolres menduga dari kelompok berlogo A, yang diartikan kemungkinan adalah anarko.

“Yang kami lihat di jalan ada tulisan A, itu kita artikan mungkin anarko atau kelompok lain yang kita definisikan lagi yang sekarang telah diamankan di Polres Cianjur, sekitar 60 lebih. Usia 15-18 tahun, jadi ada anak SMA yang akan ikita panggil guru dan orangtuanya,” ungkapnua.

Ia menambahkan, untuk korban ada satu orang dari anggota TNI dan dari wartawan yang terdapat luka di bagian kelala. Namun dari massa ada korban atau tidaknya belum diketahui dan akan di data.

“Insiden dipicu dari kedatangan mobil komando yang akan maju ke depan, kemudiaan terprovokasi dilakukan pengrusakan oleh kelompok yang kita duga sebagai provokator ini. Yang kemudian kita coba untuk melakukan pengamanan, dan massa buruh juga terprovokasi sehingga timbul sebentar kejadian yang kemudian bisa kita kendalikan kembali,” tutupnya. (kim)