Penyaluran Pupuk Subsidi di Cianjur Baru Capai 40 Persen, Sisanya?

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano.

RADARCIANJUR.com – Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano mengaku, penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Cianjur baru mencapai 40 persen.

“Jadi untuk tahap pertama ini, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Cianjur baru mencapai 40, dan itu bukan hanya di kita saja, tapi hampir seluruh kota dan kabupaten secara nasional,” ujarnya kepada radarcianjur.com, belum lama ini.

Sisa penyaluran untuk tahap selanjutnya, kata Nano, direncanakan akan direalisasikan setelah hasil keputusan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Kalau pupuk itu bukannya langka. Ada, cuman pihak produsen belum bisa mengeluarkan karena masih menunggu surat dari Menteri Keuangan. Kalau sudah menteri Keuangan mengeluarkan surat, maka dari Menteri Pertanian mengeluarkan juga rekomendasi untuk segera direalisasikan penyalurannya,” kata Nano.

Adapun Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, kata Nano, sementara ini hanya sebatas menyampaikan usulan saja, karena untuk kebijakan penyaluran, itu di luar konteks kewenangannya.

“Jadi kebijakan teknis kami hanya bisa mendorong para petani untuk menggunakan pupuk organik. Ketika sekarang keadaan pupuk subsidi yang biasa itu masih belum kembali normal,” katanya.

“Karena pupuk organik itu kan bisa diproduksi sendiri. Misalnya melalui proses pembusukan tanaman, atau pengolahan lainnya sehingga bisa digunakan sebagai nutrisi tanaman dan sayuran lahan petani,” lanjutnya.

Selain itu, Nano mengatakan, sebelum adanya kekurangan pasokan pupuk subsidi di pasaran, kronologisnya bahwa pupuk tersebut pengusulannya dimulai dari kelompok tani, dituangkan dalam Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) penerimaan pupuk subsidi dan kartu tani, dan diusulkan atau dikolektifkan se-kabupaten ke tingkat provinsi dan berakhir ke tingkat pemerintah pusat.

“Adapun yang punya kebijakan merealisasikan sebagian atau seluruhnya mekanisme penyaluran pupuk itu adalah Kementerian Pertanian dan menteri Keuangan,” jelasnya kepada radarcianjur.com, belum lama ini.

Meski begitu, pihaknya telah berupaya secepatnya supaya pasokan tersebut bisa lancar dan kembali normal.

“Mudah-mudahan usulan kita dari pemerintah segera terealisasi karena sudah memasuki musim hujan dan musim tanam,” katanya. (dan)