Warga Ciranjang Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

RADARCIANJUR.com – Warga di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, tolak pemakaman jenazah YN (50) yang diduga meninggal dunia akibat terpapar covid-19, Jumat (9/10/2020). Petugas terpaksa membawa kembali jenazah ke RSDH Cianjur

Pasien YN dikabekan meninggal dunia di RSDH Cianjur, Kamis (8/10/2020) sekitar pukul 23.00 WIB setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.

Sebelum mendapatkan perawatan di rumah sakit, almarhumah YN sempat melakukan perjalanan ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan anaknya.

Kepala Desa Mekargalih, Taryat mengatkan almarhumah dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. Namun, untuk hasil swab test nya masih belum keluar.

“Tapi sudah sempat diambil sampel oleh tim medis rumah sakit,” kata Taryat

Taryat mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya komunikasi antara warga dengan keluarga almarhumah. Namun, warga yang ada di tiga kampung tetap menolak jenasah dimakamkan.

“Kami sudah mencoba untuk mengkomunikasikan dengan warga. Tapi tetap saja mereka menolak,” ujarnya.

Taryat menyebutkan aksi penolakan pemakaman jenasah terduga terinfeksi Covid-19 kali pertama terjadi di lingkungan desanya, dan itu terjadi karena minimnya pemahaman warga terhadap virus Covid-19.

“Kami tidak dapat berbuat banyak. Kondisi ini, karena masih minimnya sosialisasi terhadap warga terkait penanganan Covid-19,” katanya.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal, meminta warga agar lebih bijak dengan tidak menolak jenasah pasien terduga terinfeksi Covid-19.

“Kami mohon, mari bersama untuk lebih bijak dalam menyikapi kondisi ini. Semua hal, bisa dikomunikasikan dengan baik,” katanya. (dil)