Supir Elf Cisel Keluhkan Maraknya Taksi Gelap

SEPI: Para supir elf Cianjur Selatan mengeluhkan keberadaan taksi gelap yang meresahkan. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Supir angkutan Cianjur Selatan (Cisel) mengeluhkan dengan adanya taksi gelap yang melakukan angkutan transportasi dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta menuju Cianjur. Kondisi tersebut semakin memperparah sepinya penumpang di tengah pandemi Covid-19.

“Sudah penumpang saat Pandemi Covid-19 ini sepi, ditambah sekarang banyaknya taksi gelap dari Jakarta yang menjemput penumpang langsung dari rumah atau kontrakan warga Cianjur di Jakarta dan menggantarkan ke Cianjur Selatan,” ujar H Eman Sulaeman (47), supir trayek Agrabinta-Cianjur.

Menurutnya, saat ini penghasilan dirinya dan rekan supir jurusan Cianjur Kota-Cianjur Selatan lainnya turun drastis. Biasanya pendapatan kotor mencapai Rp3 juta dalam sehari, namun saat ini hanya Rp500 ribu. Bahkan pernah tidak mendapatkan penumpang sama sekali.

“Dalam kondisi kosong seperti ini, saya pun terpaksa menginap di terminal untuk mendapatkan penumpang keesokan harinya,” jelas pria yang dulunya seorang TKI ini.

Dirinya berharap Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur menertibkan keberadaan taksi gelap ini. Rata-rata taksi gelap ini menggunakan minibus jenis avanza,xenia, ertiga, expander dan livina berpenumpang tiga hingga lima orang.

Satu penumpang dimintai tarif Rp300 ribu dari Jakarta-Cianjur Selatan (Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta). Modus menarik penumpang dari warga Cianjur Selatan yang bekerja di Jakarta ini menggunakan whatsapp grup dan media sosial (Facebook dan instragram).

Tarif Rp300 ribu Jakarta-Cianjur Selatan sebenarnya lebih mahal bila dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum pada massa pandemi ini. Tarif Jakarta-Cianjur Selatan bila menggunakan angkutan umum hanya mencapai Rp200 ribu (Cianjur-Kampung Rambutan Rp50.000 dan Cianjur-Agrabinta Rp150.000).

“Pernah saya pergoki sendiri, taksi gelap atau minibus berani menarik calon penumpang saya. Saya minta keadilan kepada Pemkab Cianjur dalam hal ini Dishub, karena saya bayar pajak sementara taksi gelap ini tidak membayar pajak,” jelasny.

Selain itu, dirinya pun mendengar bila pengusaha dan supir bus Marita jurusan Jakarta-Cianjur pun mengeluhkan hal yang sama atas kondisi ini. Rencananya para sopir ini hendak unjuk rasa bila Dishub tak menertibkan taksi gelap dari Jakarta ini.

Hal senada pun dikatakan oleh salah satu supir bus rute Cianjur-Rambutan Jakarta, Jejen (47), ia menjelaskan kondisi penumpang bus saat ini mengalami penurunan yang cukup drastis.

Kabid Angkuta Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Hendra Wira mengungkapkan, sebelum pihaknya melakukan penindakan. Bagi supir maupun masyarakat yang merasa dirugikan diharapkan melakukan pelaporan.

“Itu harus ada bukti dan dilaporkan ke kami, nanti kita tindak juga bersama pihak kepolisian. Kalau tidak ada bukti seperti foto maupun percakapannya kan sulit, intinya jika merasa dirugikan segera laporkan,” tegasnya.

Bahkan menurutnya, travel maupun transportasi resmi memiliki izin serta keterangan jelas dari izin serta trayek yang ditempuh. Seperti angkutan online secara resmi memiliki aplikasi dan travel pun sama memiliki izin serta unit kendaraan dengan trayek jelas.

“Kan travel atau angkutan online itu mereka resmi, ada izin usaha dan ada aplikasinya. Kalau memang benar adanya, bukti ada dan bisa menunjukan itu sama saja travel gelap,” jelasnya. (kim)