Uang Keamanan, Oknum Aparat Diduga Minta Jatah Rp50 Ribu ke PSK Puncak

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com-Praktik prostitusi di kawasan Puncak Bogor masih terus bergeliat hingga kini. Praktik tersebut diduga mendapat perlindungan dari oknum aparat.

Seperti yang terjadi di sebuah kampung di Gang Cibeureum-Batulayang, Kecamatan Cisarua. Oknum aparat diduga kerap kali menutupi kegiatan prostitusi di sejumlah vila di sana.

Salah seorang PSK asal Cianjur, sebut saja Mawar (23) mengaku, sering kali menemani turis untuk berpesta di vila-vila.

radarbogor universitas terbuka
Ia menyebutkan, selain meminum minuman keras bersama wisatawan luar negeri, turis asing ini kerap meminta dikenalkan dengan banyak PSK lainnya untuk berpesta seks.

”Jadi suka bawa teman juga. Ah aman lah di Puncak mah (Cisarua),” katanya kepada Radar Bogor.

Demi kelancaran pesta minuman keras juga seks ini, dia beralasan, hal itu dikarenakan ada uang keamanan yang harus diberikan ke oknum petugas yang berpatroli.
”Kalau ada ramai-ramai biar gak dirazia ya kami bayar uang keamanan,” ungkapnya.

Dia merinci, petugas biasanya melihat terlebih dulu jumlah perempuan yang ikut berpesta. Kemudian per orangnya dihargai uang keamanan sebesar Rp50 ribu.

”Per orang Rp50 ribu. Yang datang pakai mobil patroli dan baju dinas. Setelah itu kami lanjut pesta,” singkatnya.

radarbogor universitas terbuka
Sementara itu, Kapolsek Cisarua Kompol Yayan Sopyan mengatakan, pihaknya tidak mengetahui hal tersebut. Jikalau ada, katanya lagi, pihaknya meminta secara detail data petugas yang meminta ’jatah’ itu. ”Sementara waktu tidak ada. Saya minta data anggotanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kanit Reskrim Polsek Cisarua Iptu Yudi Wahyudi membeberkan, informasi itu baru saja

didapatkan. Menurutnya, sejauh ini tidak ada tindakan seperti itu yang dilakukan pihak polisi. Jika benar, dirinya menyebut, akan mengecek lebih lanjut. ”Biar nanti dicek,” tukasnya.

(reg/c)