Wa Ode Minta Perlindungan Hukum ke Polres Cianjur

Mantan Anggota DPR RI Wa Ode Nur Zainab di Mapores Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Mantan Anggota DPR RI Wa Ode Nur Zainab, mendatangi Mapolres Cianjur, Selasa (13/10/ 2020) kedatanganya ke Mapolres Cianjur untuk meminta perlindungan hukum setelah, mobil Toyota Alphard putih miliknya di rusak sekelompok orang.

Wa Ode mengatakan, atas kejadian tersebut ia menderita kerugian materi dan imaterial karena nyawa ia bersama stafnya sempat terancam meski di dalam mobil hanya terdapat sopir saat itu.

“Kerusakan materi sekitar Rp 100 juta,” katanya di Mapolres Cianjur.

Wa Ode mengatakan peristiwa tersrbut terjadi saat dirinya dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. dalam perjalanan ia menginap di sebuah villa yang tak jauh dari Kota Bunga.

Wa Ode mengaku ia sempat jalan-jalan melihat pemandangan di kawasan Cipanas. Di sekitar perkebunan yang sepertinya milik PT. MPM ia juga melihat di beberapa tempat ada orang berdiri dengan sepeda motor di samping dan sebagian ada yg duduk di atas mobil. Orang tersebut terlihat memegang HP dan ada juga yang memegang HT.

“Ketika kendaraan kami akan melintas di hadapan orang tersebut, kami melihat orang itu seperti sedang memfoto dan menvideo kami. Saat itu kami tidak curiga apa-apa karena kami hanya sekadar pengguna jalan raya yang kebetulan sedang melintas di depan area perkebunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika sampai di jalan yang sudah ada pemukiman warga, kami putar kendaraan untuk kembali ke arah resto Bakul Sunda yang saat itu rencananya ia akan terus ke outlet Kampung Brasco untuk membeli sepatu.

“Saat kendaraan kami menyusuri jalan turun dan melewati perkebunan kembali, terlihat orang-orang yang berdiri di pos penjagaan perkebunan dan beberapa titik tempat orang duduk di atas motor, ternyata masih menfoto dan menvideo kami. Tapi sekali lagi kami tidak curiga apapun dan kami sama sekali tidak membuka kaca mobil ataupun mengehentikan kendaraan,” katanya.

Ia mengatakan , saat itu kendaraannya melaju normal menyusuri jalan raya menuruni puncak sambil kami menikmati pemandangan alam Kota Bunga yang menurutnta sangat indah seperti di Eropa lagu musim semi.

“Ternyata, ketika kendaraan kami melaju menuruni puncak, ada orang yang membuntuti kendaraan kami sambil terus menvideo kami,” katanya.

Lalu sesampainya di sekitar Bakul Sunda, La Ode Joko turun dari mobil untuk salat Ashar dan ia ditemani staf dan driver, menuju outlet Kampoeng Brasco untuk membeli sepatu.

“Sampai di Kampoeng Brasco, saya ditemani La Ode Ahmad, masuk dalam outlet. Sementara Bang Joy/driver menunggu di area parkir,” katanya

Lalu sekitar 10 menit berada dalam outlet, ia mendapat laporan dari La Ode Ahmad, bahwa mobilnya dirusak orang-orang. Mendengar hal tersebut ia sangat terkejut dan langsung ke luar outlet.

“Saat itu saya melihat banyak orang sedang berkerumun dan terlihat panik,” katanya.

Ia syok banget ketika mendapat info bahwa ada segerombolan orang masuk area parkir outlet dengan membawa golok, samurai dan batu besar yang mendatangi mobilnya.

“Saat keluar dari outlet, mobil saya sudah tidak ada. Ternyata mobil langsung dibawa driver ke Polsek Pacet,” katanya.

Tidak lama kemudian, ada polisi mendatangi area parkir outlet, melihat TKP, dan mengambil beberapa batu besar dan pecahan kaca mobil yang berserakan.

“Saat itulah, saya ketahui dari Polisi tersebut bahwa mobil dibawa ke Polsek. Mereka minta saya ke Polsek menumpang mobil polisi,” katanya.

“Saya syok banget sampai saat ini. Saya membayangkan bagaimana jika saya berada dalam mobil saat itu. Saya membayangkan bagaimana nasib sopir saya jika tidak segera kabur ke Polsek,” katanya.

Ia mengatakan mengalami kerugian yg sangat bersar. Tetapi ancaman terhadap nyawanya, staf, dan drivernya sangat mengerikan.

“Saya berharap Polres Cianjur bisa segera menangkap pelaku kejahatan tersebut,” katanya (dil)