Pasang APK di Tempat Terlarang Bakal Kena Sanksi

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikri Nur

RADARCIANJUR.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur sudah membagi zonasi pemasangan alat peraga kampanye. Di pusat kota ada 15 titik, di 32 kecamatan 60 titik, dan wilayah pedesaan 6 titik.

Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan Hadi Dzikrinur, mengatakan tugas pengawas untuk memastikan alat peraga kampanye dipasang di tempat yang sudah ditentukan.

Ia mengatakan, sanksi akan ditegakkan bagi pasangan calon yang melanggar. Sanksi terberat pengawas akan merekomendasikan ke Satpol PP untuk menurunkan alat peraga kampanye. Tentu ini menjadi satu kerugian tersendiri bagi pasangan calon.

“Sanksinya berupa sanksi administrasi, kami merekomendasikan alat peraga kampanye suntuk diturunkan jika dipasang bukan pada lokasi yang telah ditetapkan atau di zonasi,” ujar Hadi, Rabu (14/10/2020).

Seperti diketahui KPU mulai membagikan alat peraga kampanye kepada para pasangan calon untuk mulai dipasangkan pada saat kampanye.

Alat peraga kampanye berupa baliho, umbul umbul, spanduk, lalu ada bahan kampanye seperti brosur, leaplet, poster dan selebaran.

Komisioner KPUD Cianjur Divisi Sosialisasi dan Kampanye, Rustiman, mengatakan, pasangan calon bisa menambah 200 persen dari jumlah APK yang dibagikan KPU. Lalu bisa menambah 100 persen dari jumlah KK yang saat ini berjumlah 835 ribu.

Rustiman mengatakan, titik lokasi pemasangan APK berdasarkan peraturan yang sudah ditentukan pasangan calon bisa memasang APK di tempat yang telah ditentukan yakni 15 titik di kota, kecamatan 60 titik, dan desa 6 titik.

Di kecamatan dan desa juga boleh menambah sesuai dengan ukuran di lokasi yang telah ditentukan.

“Hari ini saya kebagian mendistribusikan alat peraga dan bahan kampanye ke nomor 4 dan nomor 1,” ujar Rustiman. (dil)