Pembuat Bahan Peledak Ilegal di Kadupandak Terancam Hukuman Mati

Tersangka perakit bahan peledak di gelandang polisi. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Polres Cianjur berhasil mengungkap kasus pembuatan bahan peledak secara ilegal di Kampung Lebak, Desa Wargaasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur.

AKBP Mochamad Rofa’i, mengatakan penggerebegan tempat pembuatan bahan peledak berawal saat Sat Narkoba Polres Cianjur melakukan penyelidikan peredaran narkoba di tempat itu.

BACA JUGA : Bertambah, Satu Orang di Lingkungan DPRD Cianjur Positif Covid-19

“Saat itu ada warga yang memberi tau bahwa di daerah itu ada orang yang suka membuat bahan peledak,” kata Kapolres saat menggelar jumpa pers, Rabu (14/10/2020) di Mapolres Cianjur.

Kapolres mengatakan, setelah mendengar informasi tersebut, Sat Reskrim Polres Cianjur datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Di tempat yang ditunjukan oleh warga ditemukan material untuk pembuatan bahan peledak tampa izin,” ujar Kapolres

Menurut Kapolres, bahan peledak tersebut dikuasai oleh tersangka berinisial SB alias AB.

“Berdasarkan keterangan dari tersangka peledak itu dibuat untu proyek pembuatan PLTA,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, tersangka bisa membuat bahan peledak setelah belajar dari seseorang yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

BACA JUGA : Demo Tolak Omnibus Law Bisa Jadi Kluster Penyebaran Covid-19

“Katanya tersangka belajar baru beberapa bulan,” kata Kapolres.

Lanjut Kapolres akibat perbuatanya tersangka akan dijerat dengan pasal 1 ayat 1, UU nomor 12 tentang UU darurat.

“Hukuman terberatnya hukuman mati, atau paling ringan penjara seumur hidup,” pungkasnya. (dil)